Tribun Lampung Selatan

Nelayan Lampung Selatan Sambut Baik Rencana Usulan Bantuan Kapal Bagi nelayan Korban Tsunami

Nelayan menyambut baik rencana usulan bantuan kapal dan alat tangkap oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Nelayan Lampung Selatan Sambut Baik Rencana Usulan Bantuan Kapal Bagi nelayan Korban Tsunami
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
ilustrasi Nelayan di Dermaga TPI BOM Kalianda pilih tak melaut karena cuaca ekstrem. Nelayan lamsel menyambut baik rencana usulan bantuan kapal untuk korban tsunami. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Nelayan menyambut baik rencana usulan bantuan kapal dan alat tangkap oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan bagi nelayan yang terkena dampak tsunami Selat Sunda.

Mereka berharap usulan dari pemerintah daerah ini dapat direspon oleh pemerintah pusat.

Pasalnya, nelayan di Pesisir Rajabasa yang terkena dampak paling parah tsunami Selat Sunda, sebagian besar kapal-kapalnya rusak.

DKP Lampung Selatan Berencana Beri Bantuan Pada Nelayan yang Kapalnya Rusak Akibat Tsunami

Sehingga mereka pun kini dihantui kebingungan dan kekhawatiran akan keberlanjutan mata pencaharian untuk menghidupi keluarga mereka pasca tsunami Selat Sunda, 22 Desember 2018 lalu.

“Kita tentu senang jika memang pemerintah daerah telah mengusulkan adanya bantuan bagi nelayan. Kita berharap Presiden Joko Widodo bisa memberikan perhatian khusus pada nelayan yang terkena dampak tsunami seperti kita,” terang Agus, salah seorang nelayan di Way Muli, Senin (7/1/2019).

Pemkab melalui Dinas Kelautan dan Perikanan berencana memberikan bantuan nelayan pemilik kapal di bawah 5 grosstone (GT) di pesisir pantai yang rusak akibat diterjang gelombang tsunami.

Kepala Dinas KP Lampung Selatan, Meizar Melanesia mengatakan, dari pendataan yang dilakukan oleh pihaknya pasca tsunami, ada 628 kapal nelayan di 5 kecamatan yang terkena dampak tsunami yang rusak.

Alat Tangkap Rusak Diterjang Tsunami, Nelayan Khawatir Tak Bisa Melaut

“Terbanyak di Desa Kunjir, Way Muli Timur, dan Way Muli di kecamatan Rajabasa yang terkena dampak paling parah akibat tsunami, serta juga dari di PPI Kalianda. Tapi juga ada di kecamatan lainnya, seperti Sidomulyo dan Katibung serta Bakauheni,” kata dia kepada Tribun.

Usulan bantuan ini satu paket dengan kelengkapan alat tangkapnya.

Sebab tidak hanya kapal yang rusak diterjang tsunami selat Sunda. Namun alat tangkap nelayan pun habis tersapu tsunami.

(*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved