2 Truk Adu Kambing di Jalinteng Way Kanan, Hino Vs Fuso Diduga Akibat Setir Tak Berfungsi
Dua truk adu kambing di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) itu. Truk Hino terlibat tabrakan dengan truk Fuso.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BLAMBANGANUMPU - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Sumatera KM 197 Kampung Negeri Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan, Rabu (9/1/2019).
Dua truk adu kambing di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) itu.
Truk Hino terlibat tabrakan dengan truk Fuso.
Tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu.
Seorang penumpang truk Hino bernama Agus Bagio (48) mengalami luka di bagian dahi kiri.
Hal itu akibat terkena pecahan kaca mobil.
"Korban masih mendapat perawatan di RSUD Way Kanan," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Way Kanan, Ajun Komisaris I Wayan Budiarta, Rabu (9/1) pagi.
• Patah As Roda, Truk Mundur Sebabkan Tabrakan Beruntun di Tanjakan Bukit Camang
Sementara, kedua sopir tidak mengalami luka.
Kecelakaan dua truk adu kambing bermula saat truk Hino Dutro BE 9096 CF yang dikemudikan Wagimin Untung (53), melintas dari arah Baradatu menuju Blambangan Umpu.
Sampai di tikungan, kata I Wayan, truk bermuatan kelapa sawit itu berada di tengah jalan.
Dari arah sebaliknya, truk Mitsubishi Fuso BE 8620 EV melintas.
Truk itu dikemudikan Feri Setiawan (24).
Tabrakan tidak bisa dihindari.
Kedua kendaraan berat itu saling menghantam.
Truk Hino ringsek di bagian depan sedangkan truk Fuso mengalami ringsek di bagian tengah bak.
"Kerugian materiil yang diderita sekitar Rp 10 juta," kata I Wayan.
I Wayan mengatakan, pihaknya sudah membawa kedua sopir ke polres untuk menjalani pemeriksaan.
• Tabrakan Beruntun di Tollgate Bakauheni, 4 Orang Luka Ringan
Mengenai penyebab kecelakaan, I Wayan mengaku masih dalam penyelidikan.
"Dugaan sementara, sopir hilang kendali karena setir tidak berfungsi," tandasnya.
Tabrakan Beruntun
Sebelumnya, Tabrakan beruntun terjadi di tanjakan Jalan Ridwan Rais, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Jumat (9/11/2018) sore.
Kecelakaan terjadi setelah truk bermuatan kayu berjalan mundur karena tak kuat menanjak dan mengalami patah as roda.
Tabrakan beruntun ini melibatkan total lima unit kendaraan, termasuk truk bernomor polisi BE 9185 EV yang mengangkut kayu jenis albasia seberat 9 ton.
Empat kendaraan lainnya adalah mobil kijang BE 1713 CH, mobil sedan BM 1445 TC, sepeda motor Supra E 4882 TB, dan sepeda motor Jupiter MX BE 7103 AC.
Deni, sopir truk, mengaku mengemudikan truk tersebut dengan tujuan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
"Ini bawa kayu dari Tulangbawang. Lewat sini (Jalan Ridwan Rais) menuju Bakauheni," katanya.
Tiba di tanjakan Bukit Camang sore sekitar pukul 15.15 WIB, beber Deni, truk tidak kuat menanjak hingga mengalami patah as roda.
• Lawan Arus, Kawasaki Ninja Bertabrakan dengan Avanza di Jalan ZA Pagar Alam
"Enggak kuat nanjak, terus patah as. Saya langsung narik rem (tangan), tapi enggak keburu. Akhirnya, mundur," tuturnya.
Saat berjalan mundur, truk awalnya menabrak dua unit motor. Berikutnya, tabrakan beruntun terjadi dengan dua unit mobil di belakangnya.
Pantauan Tribun Lampung, mobil kijang BE 1713 CH mengalami ringsek pada bagian depan.
Sementara, dua unit motor rusak berat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dua pengendara motor sempat melompat sesaat sebelum motor tertabrak truk.
Selang beberapa waktu, kejadian serupa nyaris terjadi di tempat yang sama.
Satu unit truk bernomor polisi BE 9071 X bermuatan baja ringan mengalami patah as roda.
Namun, sopir truk tersebut berhasil menghentikan laju mundur truk menggunakan rem tangan.
Peristiwa truk atau bus gagal melaju di tanjakan maupun kehilangan kendali di turunan cukup sering terjadi di Bandar Lampung.
Tak jarang, peristiwa itu menyebabkan kecelakaan dan korban jiwa.
Catatan Tribunlampung.co.id, lakalantas akibat truk gagal menanjak di tanjakan Bukit Camang, Jumat (9/11/2018), merupakan lakalantas ketujuh kali di Bandar Lampung dengan penyebab serupa.
Pada 24 September lalu, bus yang mengangkut pendemo terguling di tanjakan ruas Kelurahan Sumber Rejo Sejahtera, Kecamatan Kemiling.
Bus itu tak kuat menanjak, lalu berjalan mundur hingga terguling dan menimpa mobil Toyota Avanza di belakangnya.
Sebelumnya, 18 Maret lalu, mobil pikap terjun ke jurang sedalam 3 meter di jembatan dekat simpang Sekolah Polisi Negara, Kemiling.
• Tabrakan Beruntun di Pesawaran Akibatkan Kemacetan Panjang
Pengemudi kehilangan kendali saat jalan menurun hingga mobil menabrak tembok pembatas jalan. Satu korban meninggal dunia dalam peristiwa ini.
Pada 8 Oktober 2015, truk bermuatan bahan bakar minyak terguling di jalan ruas Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat.
Truk itu juga tak kuat menanjak, kemudian mundur hingga terguling. (anung bayuardi)