Tribun Bandar Lampung

Dikonfirmasi soal Dugaan Asusila Terhadap Mahasiswi, Dosen UIN Raden Intan Inisial SH "No Comment"

Dosen UIN Raden Intan Lampung yang diduga mencabuli mahasiswi, berhasil ditemui awak Tribun Lampung.

Dikonfirmasi soal Dugaan Asusila Terhadap Mahasiswi, Dosen UIN Raden Intan Inisial SH
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Sejumlah mahasiswa-mahasiswi UIN Raden Intan Lampung menggelar aksi, Jumat, 21 Desember 2018. Mereka bersolidaritas terhadap seorang rekan mahasiswi yang diduga dicabuli oknum dosen. 

"Belum ada keputusan. Sampai saat ini, masih dilakukan investigasi," kata Hayatul saat ditemui, Kamis (10/1/2019).

Ia mengungkapkan, rektorat telah memanggil korban dan keluarganya pada pekan lalu. Dalam pemanggilan tersebut, papar dia, rektorat meminta keterangan mengenai kronologi peristiwa.

Hayatul menjelaskan, pihak kampus menggunakan asas praduga tak bersalah dalam kasus itu. Setelah korban dan keluarganya, menurut dia, rektorat pun akan meminta keterangan kepada dosen yang bersangkutan.

"Nanti Pak Rektor akan memberi keterangan resmi. Apalagi, kasus ini sudah masuk ranah hukum," ujar Hayatul. "Nanti (keterangan resmi), kombinasi dari hasil investigasi dan keterangan kedua belah pihak serta (perkembangan kasus) di kepolisian," sambungnya seraya menambahkan, akan ada pendampingan hukum dari pihak kampus.

Bergulir Maju

Kasus mahasiswi UIN Raden Intan diduga dicabuli dosen bergulir maju pada pekan ini. Dalam dua hari, Selasa (8/1/2019) dan Rabu (9/1/2019), Subdirektorat IV Remaja, Anak, dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung memeriksa total lima saksi.

Kepala Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung Ajun Komisaris Besar I Ketut Seregi membenarkan adanya pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Dalam pemeriksaan, Selasa, pihaknya meminta keterangan kepada dua saksi. Namun, ia tidak menyebut siapa dua saksi itu.

Selain dua saksi, pihaknya juga telah meminta keterangan kepada pelapor berinisial E pada Selasa.

"Benar. Kemarin (Selasa) ada pemeriksaan (saksi-saksi)," kata Ketut di polda, Rabu. "Pelapor sudah kami mintai keterangan, berikut dua saksi," lanjutnya.

Sementara pada pemeriksaan, Rabu, pihaknya meminta keterangan kepada tiga saksi. Dua orang di antaranya ketua dan sekretaris jurusan tempat terlapor mengajar. Satu orang lainnya, yaitu gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat fakultas di UIN Raden Intan. Permintaan keterangan terhadap gubernur BEM, menurut Ketut, lantaran yang bersangkutan termasuk di antara mahasiswa yang menyuarakan kasus ini.

Halaman
1234
Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved