Tribun Bandar Lampung
BPBD Bandar Lampung soal Cuaca Ekstrem: Jangan Panik, Tapi Tetap Waspada
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bandar Lampung mengimbau warga tidak panik menghadapi cuaca ekstrem.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Yoso Muliawan
LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BAYU SAPUTRA
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bandar Lampung mengimbau warga tidak panik menghadapi cuaca ekstrem. Meskipun demikian, warga tetap harus waspada terhadap potensi musibah, terutama saat hujan deras.
Kepala BPBD Bandar Lampung Syamsul Rahman menjelaskan, cuaca saat ini mulai ekstrem di tengah musim hujan. Pihaknya meminta warga melapor ke BPBD melalui pihak RT atau kelurahan apabila terjadi musibah ketika cuaca ekstrem.
"Jangan panik, tapi harus waspada. Kalau ada pohon tumbang atau bencana lainnya, harap lapor ke BPBD. Nomor telepon BPBD sudah kami sebar ke kantor-kantor kelurahan," ujarnya, Kamis (17/1/2019).
Catatan BPBD, cuaca ekstrem di Bandar Lampung berujung hujan deras dan angin kencang terjadi pada Rabu (16/1/2019). Akibatnya, atap rumah warga rusak di Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras.
Sementara di Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, dua pohon tumbang hingga menimpa dua rumah warga, tepatnya di Jalan Raden Fatah, Gang Ciruas 1. Tidak ada korban jiwa dari dua peristiwa ini.
Kori dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Lampung mengungkapkan, dua pohon itu roboh pada petang hari sekitar pukul 18.30 WIB. Dua pohon tersebut tumbang hingga menimpa rumah milik buruh bernama Edi Yanto (44) dan pedagang bernama Sarmin (58). Ia memastikan tidak ada korban jiwa.
Sementara di Kangkung, Bumi Waras, angin kencang di tengah hujan deras menyebabkan atap rumah beberapa warga di Jalan Laksamana Malahayati (Gudang Lelang) rusak.
Kasimah (37), warga Gudang Lelang, mengungkapkan, angin kencang terjadi ketika ia sedang menidurkan anaknya di kamar pada Rabu petang. Hingga Kamis, ia masih khawatir cuaca ekstrem kembali melanda.
"Kemarin (Rabu) itu awan item (hitam) pekat, hujannya campur petir. Listrik sempet mati. Halaman rumah saya kegenang air," tutur Kasimah di depan kantor Kelurahan Kangkung, Kamis.
Di tengah cuaca ekstrem tersebut, Kasimah memilih bertahan di rumah. Berbeda dengan sejumlah warga yang "mengungsi" ke Gedung Pemprov Lampung. Beberapa warga tersebut baru kembali ke rumah masing-masing pada Kamis pagi.
Amrullah, warga Gudang Lelang, menuturkan, angin kencang di tengah hujan deras membuat asbes atap rumahnya terbang.
"Takut. Angin kenceng, petir jelegar," katanya.
Pendangkalan Sungai
Lurah Kangkung, Ediyalis, mengungkapkan, setidaknya ada enam warga yang melaporkan kerusakan rumah pada bagian atap usai hujan deras dan angin kencang, Rabu (16/1/2019) petang.