Megawati Soekarnoputri Ulang Tahun, Ucapan Mengalir dari Sejumlah Tokoh

Megawati Soekarnoputri Ulang Tahun, Ucapan Mengalir dari Sejumlah Tokoh.

Tayang:
Penulis: taryono | Editor: taryono
Kompas
Sandiaga hingga Ahok Beri Ucapan Selamat Ultah ke-72 kepada Megawati 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ucapan selamat ulang tahun mengalir dari sejumlah tokoh untuk Megawati Soekarnoputri 

Ucapan datang dari Basuki Tjahaja Purnama hingga Sandiaga Uno yang menyampaikannya via akun resmi Twitternya, Rabu 23 Januari 2019.

Penumpang Lion Air Kaget Bayar Bagasi Rp 200 Ribu

Wakil Bupati Trenggalek Menghilang 10 Hari, Bupati Emil Dardak Buka Suara

"Selamat ulang tahun ke-72 untuk Presiden ke-5 Republik Indonesia, Ibu Megawati Soekarnoputri," tulis Sandiaga.

Tak hanya Sandiaga, Basuki T Purnama atau Ahok juga mengucapakan selamat ultah kepada Megawati via akun Twitternya.

Pelaku Digigit Semut, Gadis 16 Tahun Kabur Saat Hendak Dicabuli

Live Streaming Barito Putera vs PSS Sleman di Piala Indonesia Hari Ini Pukul 18.00 WIB

"Selamat Ulang Tahun Ibu Megawati Soekarnoputri yang ke-72. Semoga Panjang umur, sehat selalu dan selalu dekat dengan wong cilik. Teruslah konsisten untuk menjaga pancasila dan NKRI," tulisnya.

Sebelumnya,  Pramono Anung juga mengucapkan selamat ultah kepada Megawati.

Redmi Note 7 Disiksa dengan Kejam, Dilempar hingga Dijadikan Sepatu Roda

Unggah Foto Keluarga, Soraya Haque: Hidup Secara Seimbang, Apa Maksudnya?

"Selamat Ulang Tahun yang ke-72 Mbak Mega, semoga selalu sehat, bahagia, terus membimbing anak didikmu dan berkarya untuk kemajuan Bangsa," tulisnya via akun @pramonoanung.

Kelahiran  Megawati

23 JANUARI 1947. Selepas Magrib, Kampung Ledok Ratmakan, pinggir Kali Code, Yogyakarta, diguyur hujan lebat disertai petir.

Suasana saat itu semakin mencekam, lantaran aliran listrik mendadak padam. Dari dalam sebuah rumah terdengar tangis bayi yang baru dilahirkan dari seorang ibu.

Wanita yang baru melahirkan itu adalah Fatmawati, istri Presiden Soekarno. Dengan menggunakan cahaya lilin sebagai penerangan, lahirlah seorang bayi yang kemudian diberi nama Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri.

Megawati lahir, saat Soekarno sedang diasingkan ke pulau Bangka oleh Belanda.

Selanjutnya, babak baru keluarga Soekarno berawal pada 17 Desember 1949. Mereka tinggal di Istana.

Bagaimana sosok dan keseharian Megawati kecil? Cerita-cerita Megawati kecil dikisahkan dalam buku berjudul 'Cerita Kecil dari Cikini'.

Buku setebal 256 halaman dengan penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta ini dibagikan saat acara ulangtahun Mega ke 71 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat pada Selasa (22/1/2018) kemarin.

Oleh ayahnya Presiden Soekarno atau Bung Karno, Megawati biasa dipanggil Ega. Sementara oleh Ibu Fatmawati, ibunya, ia dipanggil adis, kependekan dari Gadis.

Tiga adik Megawati yakni Rachmawati, Sukmawati dan Guruh lahir di Istana. Mereka bertumbuh bersama didampingi pengasuh.

Megawati menyebut pengasuhnya Bu Citro, yang menemaninya hampir ke mana pun ia pergi, termasuk saat bersekolah. Masing-masing anak memiliki pengasuh sendiri.

Megawati juga menyebut lingkungan masa kecilnya sebagai Kampung Istana. Para pekerja Istana, tukang kebun, pengawal hingga pejabat negara beserta keluarganya disebut Megawati sebagai teman.

Dia menikmati betul masa bermain di setiap sudut Istana, termasuk bermain bola bersama kakaknya, Guntur dan memanjat pohon buni yang rindang.

Di Istana pula, Megawati rajin berkebun dan memelihara binatang. Binatang peliharaan Megawati ialah kucing anggora dan anjing chihuahua.

Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, Bung Karno menghadirkan guru taman kanak-kanak.

Selain Guntur, Megawati dan adik-adiknya, anak-anak staf istana yang seusia diajak bersekolah bersama.

Kebanyakan dari mereka tinggal di bangunan samping yang memang dikhususkan untuk karyawan istana.

Sekolah itu berlangsung di Gazebo, di belakang Istana Merdeka yang di masa Hindia-Belanda dipakai sebagai tempat para pemusik bermain pada acara pesta kebun.

Dalam ingatan Megawati, sekalipun bersekolah di Gazebo yang terbuka, tidak ada pintu masuk dan pintu keluar, semua murid tunduk pada aturan yang dibuat guru.

Dari mana seharusnya mereka masuk dan ke arah mana pintu keluar, mereka menurut.

Meski membaur dengan pegawai Istana, ‎hidup dalam tembok tebal membuat ruang gerak anak-anak Presiden sangat terbatas. 
Sri Pangastuti, guru Megawati di sekolah Gazebo mengusulkan agar Guntur dan Megawati bersekolah di luar Istana demi mengasah interaksi dan sosialisasi.

Ide itu sempat ditolak Fatmawati karena alasan keamanan, tapi kemudian disetujui. Guntur dan Megawati bersekolah di Perguruan Cikini sejak SD sampai SMA. Dengan alasan keamanan, keduanya diantar jemput sopir dan ditemani pengasuh.

Jika Presiden Joko Widodo sering duduk-duduk di gazebo Istana Merdeka, Merdeka, lokasi yang sama itulah dulu TK Istana berada. Di situlah Megawati bersekolah.

Suatu kali Perguruan Cikini memberi bintang pada seluruh siswa yang bersekolah dari TK sampai SMA. Megawati tidak termasuk yang memperoleh bintang karena tidak bersekolah di TK Perguruan Cikini.

"Sebenarnya TK-ku dulu apa Pak?" Tanya Ega pada ayahnya. Ia penasaran mengapa tidak memperoleh bintang seperti temannya yang lain.

Ya, ternyata TK-nya dulu adalah TK Istana. Dari namanya, TK Istana sangat keren. Padahal yang dimaksud adalah sekolah di gazebo, semua terbuka. Tidak ada pintu.

***

RABU, 23 Januari 2019 hari ini, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri genap berusia 72 tahun.

Acara akan dikemas dalam tradisi kain nusantara dan aneka lagu, gerak, dan tari bernuansa kebudayaan Indonesia.

Swara Gembira, wadah perpaduan lebih dari 200 milenial Indonesia akan menghadirkan cita-rasa kebudayaan Indonesia dalam balutan kegembiraan anak muda.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved