BPS Lampung Rilis Hasil Ekspor Lampung di Januari 2019

BPS Lampung merilis hasil ekspor Lampung di Januari 2019. Ekspor Provinsi Lampung mengalami peningkatan.

Penulis: Ana Puspita Sari | Editor: wakos reza gautama
Tribunlampung.co.id
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum menjelaskan ekspor Lampung di kantor BPS Lampung, Jumat, 15 Februari 2019 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Januari 2019, ekspor Provinsi Lampung kembali mengalami peningkatan.

Tercatat nilai total ekspor Provinsi Lampung pada Januari 2019 mencapai USD265,42 juta atau naik 3,59 persen dibanding Desember 2018.

Namun bila dibandingkan dengan Januari 2018, nilai ekspor Lampung ini mengalami penurunan sebesar USD43,72 juta atau turun 14,14 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum menjelaskan, lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada bulan Januari 2019.

Pringsewu-Sendang Agung via Banyumas Kini Dilintasi Damri AC dengan Ongkos Rp 4.500

Yaitu lemak dan minyak hewan/nabati; batu bara; kopi, teh, dan rempah-rempah; bubur kayu/pulp; serta olahan dari buah-buahan/sayuran.

Peningkatan ekspor Januari 2019 terhadap Desember 2018, lanjut dia, terjadi pada empat golongan barang utama.

Yakni batu bara naik 90,80 persen; kopi, teh, rempah-rempah naik 19,40 persen; bubur kayu/pulp naik 145,74 persen; dan olahan dari buah-buahan/sayuran naik 16,94 persen.

"Sedangkan golongan barang utama yang mengalami penurunan hanyalah lemak dan minyak hewan/nabati, mengalami penurunan sebesar 14,30 persen," jelasnya saat rilis di Kantor BPS Lampung, Jumat (15/2).

Sama halnya dengan ekspor, nilai impor Provinsi Lampung pada Januari 2019 (US$296,99 juta) juga mengalami peningkatan yang cukup besar.

Yakni sebesar 57,41 persen dibanding nilai impor pada Desember 2018 yang tercatat USD188,67 juta.

Nilai impor Januari 2019 tersebut juga masih lebih tinggi USD65,05 juta atau naik 28,05 persen jika dibanding Januari 2018 yang tercatat USD231,93 juta.

Peningkatan impor terjadi pada empat golongan barang utama yaitu masing-masing ampas/sisa industri makanan naik 94,16 persen; biji-bijian berminyak naik 481,34 persen; pupuk naik 83,68 persen dan mesin-mesin mekanik/pesawat mekanik naik 5,45 persen.

Adapun golongan barang impor utama yang mengalami penurunan adalah binatang hidup yang turun sebesar 62,71 persen.

Dengan nilai total ekspor yang lebih rendah dari nilai impor tersebut, neraca perdagangan Provinsi Lampung di awal tahun ini mengalami defisit, yaitu sebesar USD31,56 juta.

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved