Tribun Tulangbawang

Diskes Siaga Antisipasi Diare dan Gatal-gatal di Wilayah Terdampak Banjir

Dinas Kesehatan Tulangbawang menyiagakan petugas kesehatan di daerah terdampak banjir di wilayah setempat.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: soni
Tribun Lampung/Endra Zulkarnain
Bupati Winarti berbincang dengan warga saat meninjau banjir yang merendam kampung Bugis Menggala beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Dinas Kesehatan Tulangbawang menyiagakan petugas kesehatan di daerah terdampak banjir di wilayah setempat.

Ini dilakukan untuk memantau dan mengantisipasi potensi penyebaran beragam penyakit pasca banjir dan lumpur merendam pemukiman warga.

Langkah tersebut diambil menyusul mulai surutnya luapan air yang merendam pemukiman warga di Kampung Bugis dan Kampung Palembang, Kecamatan Menggala maupun wilayah lainnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Diskes Feriyani mengungkapkan, pihaknya mulai menyebar satgas pencegahan penyakit pasca banjir
"Kita lakukan pemantauan daerah yang terdampak banjir. Ada satgas pencegahan," terang Feriyani, Senin (4/3).

Dia mengatakan, petugas kesehatan disiagakan di lokasi banjir guna mendeteksi dini penyakit yang berpotensi terjadi akibat genangan air bercampur lumpur.

Banjir Mulai Surut, Bupati Winarti Ingatkan Warga Waspada Penyakit Pasca Banjir

"Selain di pengungsian ada juga masyarakat yang memilih bertahan di rumah, jadi kami siaga kalau-kalau terjadi apa-apa," ujarnya.

Pasca banjir, Feri mengatakan, biasanya banyak datang beragam penyakit yang menyerang warga. Selain diare, penyakit gatal kerap menjangkiti warga.

Namun demikian, Feri menegaskan, saat ini pihaknya lebih fokus pada pembinaan mental warga yang terdampak banjir.

Sebab biasanya, pasca banjir warga trauma untuk kembali ke rumah dan beraktivitas seperti sediakala. Mereka masih was-was air sungai kembali meluap merendam pemukiman warga.

"Kita tokus pembinaan mental dulu, pembinaan konseling pasca banjir. Kita kasih konseling biar mereka mau kembali kerumah. Karena biasanya mereka ini trauma pulang ke rumah, takut air naik lagi," tandas Feriyani. 

Waspada dan Jaga Kesehatan

Bupati Winarti meminta warga tidak lengah dengan kondisi surutnya air yang sempat merendam pemukiman warga.

Yang patut diperhatikan, menurut Winarti, adalah datangnya beragam penyakit pasca banjir.
"Jangan lengah, waspada bahaya penyakit akibat sampah-sampah yang terbawa arus air. Waspada juga air naik lagi karena curah hujan yang masih tinggi," terang Winarti, Minggu (3/3) siang.

Dia meminta masyarakat untuk tetap waspada, terutama dari segi menjaga kesehatan, karena penyakit yang biasanya akan muncul akibat adanya banjir.

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Winarti Ditodong Bangun Tanggul

"Kondisi air masih banjir, tetapi cenderung turun, saya harap sebisa mungkin kita minimalisir dampak akibat banjir ini," tutur Bupati Gotong Royong ini.

Masyarakat, sambung Winarti, mesti berhati-hati wabah penyakit, karena masih ada sampah-sampah yang belum dibersihkan.

"Itu kayu-kayu bekas bangunan yang hanyut ada pakunya, tolong sama-sama kita bersihkan, awas anak-anak terkena tetanus," pesannya.

Hingga saat ini, tenda-tenda pengungsian dan posko kesehatan yang didirikan di sekitar Kampung Bugis Kecamatan Menggala masih standby 24 jam.(end)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved