Tribun Pringsewu

Ini Makna Ratusan Bebek Dilarung ke Sungai pada Perayaan Melasti

Ratusan ekor bebek dilarung ke Sungai Way Sekampung, Pekon Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Senin (4/3/2019).

TRIBUN LAMPUNG/ROBERTUS DIDIK
Masyarakat Hindu Kabupaten Pringsewu melaksanakan upacara Melasti, Senin (4/3/2019) di Pura Tri Dharma Wira Yoga, Pekon Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan Cahyono

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Ratusan ekor bebek dilarung ke Sungai Way Sekampung, Pekon Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Senin (4/3/2019).

Pelarungan hewan unggas tersebut dalam rangka upacara Melasti umat Hindu kabupaten setempat dipusatkan di Pura Tri Dharma Wira Yoga.

Humas Panitia Melasti Kabupaten Pringsewu Dwi Anggara menerangkan, Melasti adalah upacara umat Hindu dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi.

Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan.

Dua Karyawan Curi 900 Butir Telur di Peternakan Ayam Pringsewu

"Selain bebek unggas yang dilarung juga ada ayam dan sesajen".

Pelarungan bebek, ayam dan sesajen dalam acara Melasti sebagai simbol menghanyutkan atau melebur kotoran secara niskala," kata Angga sapaan akrabnya.

Menurut Angga, bebek paling banyak dilarung atau dihanyutkan karena masyarakat Hindu sangat mengistimewakan hewan yang dianggap bisa hidup di tiga alam tersebut yakni, air, darat dan udara. Unggas tersebut juga tergolong hewan yang cerdas.

Ketua Panitia Melasti Kabupaten Pringsewu Sugiono mengatakan, pelaksanaan Melasti di Pura Tri Dharma Wira Yoga sudah yang kelima kalinya digelar.

Kegiatan ini dihadiri ribuan umat Hindu dari berbagai pekon se-Kabupaten Pringsewu.

Rekomendasi DPP PDIP Keluar, Aminallah Dipastikan Jadi Ketua DPRD Pringsewu

Halaman
12
Tags
Melasti
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved