Tips Ajari Anak Mandiri, Dimulai dari Hal-hal Kecil
Mengajari kemandirian pada anak harus dilakukan sejak dini. Bisa dimulai dari hal-hal kecil
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mengajari kemandirian pada anak harus dilakukan sejak dini.
Kemandirian yang bisa diajarkan sejak awal bisa dimulai dari hal-hal kecil dan terkait kebutuhannya sendiri.
Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Retno Riani MPsi mengatakan, mandiri diartikan sebagai kemampuan melakukan hal-hal yang dibutuhkan sendiri dan minim bantuan orang lain.
Seperti bagaimana ke toilet, mengenakan pakaian, makan tidak bertaburan, dan lainnya sejak dini di rumah.
"Anak yang mandiri akan lebih bisa beradaptasi dengan mudah dengan lingkungannya. Anak yang mandiri juga akan tumbuh cenderung mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik," beber Retno kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (7/3/2019).
Kemandirian yang terbentuk itu, membuat anak mampu beradaptasi dengan mudah terhadap lingkungan baru.
Seperti saat mulai masuk pendidikan usia dini (PAUD).
"Awalnya anak ditunggui orangtuanya sambil diberi pemahaman bahwa nanti orangtua hanya mengantar dan menjemput. Sementara jam sekolah akan ditemani guru dan bermain dengan teman-temannya," ungkap Retno.
Seiring waktu, anak secara perlahan ditinggal orangtuanya saat jam sekolah berlangsung.
Kondisi ini bisa tercipta dengan kerjasama orangtua dan guru.
Dimana guru harus bisa memberikan rasa nyaman layaknya orangtua sehingga anak tidak takut dan khawatir ketika orangtua tidak menungguinya belajar dan bermain ketika di sekolah.
"Saat anak nyaman dengan guru, dengan teman-temannya, pasti dia tidak akan bergantung lagi pada orangtuanya. Anak jadi lebih mandiri dalam berinteraksi," tutur Retno.
Menurutnya, anak yang memiliki kemampuan sosial baik, biasanya lebih mudah bersikap mandiri.
Misal sejak dini sudah diajari dirumah oleh orangtuanya bagaimana menghargai orang lain. Seperti mengucap terimakasih atau meminta maaf.
Selain itu membiasakan anak mendengar perkataan dan sapaan yang ramah dari orangtuanya, sehingga anak akan memiliki sikap serupa terhadap lingkungannya. Seperti mengucapkan selamat pagi terhadap gurunya di sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/matematika_20180321_222544.jpg)