Tribun Lampung Selatan
Harga Jagung Naik, Petani di Lampung Selatan Kembali Bergairah
Jika dikurangi potongan kadar air dan kotoran sebesar 35 persen, harga jagung di tingkat petani masih di angka Rp 2.400 per kg.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Para petani jagung di Lampung Selatan sedikit bisa bernapas lega.
Pada pekan ini, harga jagung sedikit membaik jika dibandingkan dengan akhir Februari lalu.
Pekan ini harga jagung di tingkat gudang mencapai Rp 3.800 per kg.
Jika dikurangi potongan kadar air dan kotoran sebesar 35 persen, harga jagung di tingkat petani masih di angka Rp 2.400 per kg.
“Ada kenaikan pada pekan ini. Tidak jatuh seperti pekan lalu yang di tingkat gudang hanya Rp 3.200 per kg. Sedangkan di tingkat petani hanya Rp 1.900 per kg,” terang Yono, petani jagung di Kalianda, Minggu, 10 Maret 2019.
Adanya kenaikan harga jagung saat ini tentu menggairahkan petani.
Apalagi saat ini mendekati panen raya jagung.
Sebagian besar kecamatan sudah masuk musim panen jagung.
Kenaikan harga jagung juga dibenarkan oleh Ketua KTNA Lampung Selatan Amin Syamsudin.
• Petani Mengeluh Harga Jagung Anjlok Rp 2.500/Kg
Amin mengatakan, sebelumnya harga jagung di tingkat pengepul Rp 3.100 per kg dengan potongan kadar air 35 peren.
Artinya, harga di tingkat petani kini berkisar Rp 1.900 per kg.
“Tetapi kemarin harga jagung di tingkat gudang Rp 3.800 per kg. Harga di tingkat petani masih ketemu Rp 2.400 per kg. Petani masih bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Amin mengatakan, untuk menanam jagung pada luasan 1 hektare menghabiskan biaya mencapai Rp 8 juta.
Itu belum lagi ditambah biaya panen.
Sementara untuk hasil panen pada luasan 1 hektare maksimal sekitar 7 ton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/petani-jagung-di-lamsel-2.jpg)