Tribun Bandar Lampung
Beberapa Warga Korban Banjir Masih Menumpang di Rumah Kerabat
Banjir di sejumlah wilayah di Bandar Lampung pada Sabtu, 9 Februari 2019, masih menyisakan duka.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Yoso Muliawan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Banjir di sejumlah wilayah di Bandar Lampung pada Sabtu, 9 Februari 2019, masih menyisakan duka bagi warga yang terdampak. Beberapa di antara mereka masih mengungsi di rumah kerabat.
Kamis (14/3/2019), puluhan warga korban banjir tersebut berkumpul di ruang kerja Wali Kota Bandar Lampung Herman HN. Para korban banjir yang tersebar di tiga kecamatan (Panjang, Bumi Waras, Way Halim) ini bersiap menerima bantuan dana dari Pemkot Bandar Lampung.
Raut sedih masih tampak pada wajah beberapa warga. Sriama (36), misalnya, merasakan kesusahan setelah rumahnya terendam banjir sampai atap.
"Sekarang saya sekeluarga masih numpang di tempat saudara di Ketapang (salah satu kelurahan di Panjang). Sekolah anak saya yang TK jadi lebih jauh," tuturnya.
Saat banjir, Sabtu petang, Sriama dan anak-anaknya berada di dalam rumah. Di tengah beres-beres rumah, Sriama mendapati air masuk ke rumah.
"Tiba-tiba air sudah sepinggang. Kami langsung lari ke belakang rumah yang posisinya lebih tinggi," katanya.
Penyebab banjir di lingkungannya, menurut Sriama, akibat siring yang sudah dangkal. Ia pun berharap solusi dari Pemkot Bandar Lampung agar banjir tak terulang.
Kondisi Nur Lela (33), warga Kampung Baru, Kelurahan Srengsem, Panjang, tak berbeda jauh. Ia kini masih menumpang tinggal di rumah orangtuanya.
"Masih ngungsi ke tempat orangtua. Pindah ke tempat orangtua biar lebih aman. Kalau tetap bertahan, kan bahaya. (Rumah) takut ambles," ujarnya.
Akibat banjir, pondasi rumah Nur Lela ambles sekitar satu meter, dari ruang tamu sampai bagian belakang.
"Kalau bisa di tempat saya ada tambahan pondasi di pinggir sungai. Supaya kalau air meluap, nggak nerjang rumah," harapnya.
Bantuan Korban Banjir
Dalam pertemuan di ruang kerja wali kota, Pemkot Bandar Lampung menyerahkan dana bantuan korban banjir sebesar Rp 89 juta kepada 49 warga. Mereka tersebar di Kecamatan Panjang, Bumi Waras, dan Way Halim.
"Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terkena musibah," kata Wali Kota Herman HN.
Jumlah dana bantuan, jelas Herman, berbeda antarwarga, tergantung tingkat kerusakan rumah. Ia mengungkapkan, camat dan lurah setempat beserta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial Bandar Lampung telah melakukan pengecekan kondisi kerusakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/warga-bandar-lampung-korban-banjir.jpg)