Jalan ke Gerbang Tol Kotabaru Lampung Semrawut, 'Kondisinya Begitu Tapi Bukan Kewenangan Kami'

Jalan ke Gerbang Tol Kotabaru Lampung Semrawut, 'Kondisinya Begitu Tapi Bukan Kewenangan Kami'

Jalan ke Gerbang Tol Kotabaru Lampung Semrawut, 'Kondisinya Begitu Tapi Bukan Kewenangan Kami'
Tribunlampung/Sulis Setia
Jalan menuju pintu tol Kotabaru sangat padat dan semrawut, Sabtu (16/3/2019). 
Jalan ke Gerbang Tol Kotabaru Lampung Semrawut, 'Kondisinya Begitu Tapi Bukan Kewenangan Kami'
BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Akses Jalan Ryacudu, Bandar Lampung sebagai gerbang masuk dan keluar tol Kotabaru dinilai sebagian warga Sukarame membuat semrawut, terutama perempatan jalan yang berada dekat Mapolsek Sukarame.
Karena itu warga sekitar berharap pemerintah dapat melakukan pelebaran jalan dan memasang traffic light atau lampu merah di kawasan itu, sehingga kendaraan yang melintas lebih teratur dan tidak berusaha untuk saling mendahului.
Salah satu mahasiswi Itera, Hisni Ashri mengaku, terbukanya akses tol ini membuat lalu lintas semakin padat dari sebelum tol beroperasional.
"Banyak truk besar lewat. Lebih rame mobil pribadi pelat luar. Kesemrawutan terlihat di perempatan dekat Polsek Sukarame, karena gak ada lampu merah kendaraan saling berebut jalan," kata mahasiswi semester 6 ini, Sabtu (16/3).
Mala, warga Sukabumi mengatakan, kesemrawutan kendaraan semakin terasa di waktu jam istirahat siang atau sore hari.
"Udah semrawut banget kendaraan dari empat arah mau muter, ada yang mau lurus," ujarnya yang sudah berdagang sejak dua tahun di Jl Ryacudu.
Menurutnya, sebaiknya titik putaran dipindahkan agar tidak bertabrakan dan lalu lintas lebih teratur.
Sehingga kendaraan tidak berputar di satu titik yang sama.
"Kalaupun pasang lampu merah baiknya disosialisasikan terlebih dahulu. Kalau nggak masyarakat di sini bisa labas-labas aja nggak patuh aturan karena udah kulturnya," beber dia.
Kendaraan truk banyak yang keluar masuk dari Jalan Pangeran Suhaimi atau Jalan Airan.
Selain itu juga kendaraan keluar masuk dari Jalan Pangeran Senopati yang bisa tembus ke lapangan golf atau UIN Lampung.
Salah satu warga Sukarame, Hendri mengatakan, saat jalan tol dibuka di momen Natal tahun lalu, kondisi ruas jalan macet akibat melimpahnya jumlah kendaraan yang keluar masuk melalui tol Kotabaru.
"Jadi menjelang lebaran Idul Fitri yang bakal ramai pemudik, sebaiknya dilakukan pelebaran bahu jalan dari sekarang.
Saya termasuk yang mengalami macet di momen Natal itu, masyarakat sini mau keluar masuk aja susah, padat kendaraan," beber Hendri kepada Tribun, di hari yang sama.
Terlebih, kondisi pinggir jalan becek dan kalau hujan kerap tergenang.
Saat inipun kendaraan berat seperti bus besar dan truk fuso juga sudah sering melintasi tol setelah diresmikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.
Selain pelebaran bahu jalan, dia berharap dipasang traffic light (lampu merah) di simpang empat Polsek Sukarame.
"Biar nggak kacau lalu lintasnya, kami mohon dipasang traffic light di simpang empat Polsek Sukarame," imbuh dia.
Jalan Banyak Berlubang
Keberadaan tol Lampung mendapatkan sambutan positif bagi masyarakat.
Namun tidak sedikit warga yang mengeluhkan akses masuk jalan tol terutama melalui pintu masuk tol Kotabaru yang masih buruk.
Pantauan Tribun, Sabtu (16/3), begitu melintasi Jalan Ryacudu, kondisi jalan dua jalur ini banyak yang berlubang.
Bahkan pinggiran aspal banyak yang sudah rusak.
Kerusakan hampir bisa ditemui di jarak kurang dari 50 meter antar lubang jalan.
Banyak kendaraan roda empat luar daerah yang melintasi jalur ini, termasuk truk besar yang keluar atau hendak masuk tol Kotabaru.
Wisdan Yuda Pratama warga Korpri Bandar Lampung berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi jalan yang rusak.
Apalagi ini merupakan akses jalan untuk ke luar masuk tol, sehingga pasti banyak dilalui kendaraan.
Selain itu, Wisdan juga meminta pihak terkait agar membuat u-turn (putaran kendaraan) yang resmi di sepanjang Jalan Ryacudu.
Sehingga tidak membingungkan pengendara ketika hendak berputar arah.
"Perasaan u-turn-nya nggak ada yang resmi. Keliatan u-turn buatan liar. Nggak ada yang terlihat bagus teraspal. Udah tanah merah semua," keluhnya.
Terjunkan Petugas Atur Lalu Lintas
Kabid Lalu Lintas Dishub Bandar Lampung Iskandar mengatakan, mengenai kewenangan pelebaran dan pemasangan traffic light maupun pembenahan u-turn di Jl Ryacudu memang bukan kewenangan pihaknya.
"Tapi ranahnya provinsi. Mengenai bagaimana dan apa yang dilakukan untuk penanganan di ruas jalan ini, ya kewenangan dishub provinsi," jelas Iskandar, Sabtu (16/3).
Untuk membantu melancarkan arus lalu lintas, pihaknya telah menempatkan petugas dishub kota di lapangan.
"Kalau memang (kesemrawutan) simpang empat Polsek Sukarame sudah tidak terkendali lagi, kami bisanya membantu menurunkan petugas," jelasnya.
Dia juga tak menampik kondisi u-turn di jalur Jalan Ryacudu sudah terlalu kebanyakan dan sukar dibedakan antara yang resmi dan tidak resmi. Kondisinya sama-sama rusak tak beraspal.
"Ya memang kondisinya begitu. Tapi bukan kewenangan kami," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung A Husna mengatakan hal yang sama.
Menurutnya, pihaknya sudah melakukan uji rawan kecelakaan di titik ini sejak tiga bulan lalu.
Mengenai kondisi Jalan Ryacudu sebagai jalan masuk dan keluar tol Kotabaru, pihaknya mengaku sudah berkordinasi dengan aparat kepolisian dan Dishub Lampung termasuk untuk dipasang rambu lalu lintas.
Dishub Bandar Lampung juga secara berkelanjutan menempatkan personel di area macet mulai dari Jalan Pulau Damar, perempatan SMPN 21 Bandar Lampung, hingga ujung jalur dua Ryacudu.
"Harapan kami agar Pemerintah Provinsi Lampung juga segera melebarkan Jalan Ryacudu tersebut," katanya.
(tribunlampung.co.id / sulis)
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved