Darah Berlebih saat Haid, Ini Penyebabnya
Namun tak sedikit perempuan yang mengalami pendarahan haid sangat banyak tidak seperti normalnya siklus menstruasi.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Semua perempuan di usia produktif pasti mengalami menstruasi atau haid setiap bulannya.
Namun untuk periode maupun jumlah darah menstruasi pada setiap perempuan berbeda-beda.
Ada perempuan yang mengalami haid yang intensitasnya sedikit.
Namun tak sedikit perempuan yang mengalami pendarahan haid sangat banyak tidak seperti normalnya siklus menstruasi.
Terlihat dari seringnya berganti pembalut atau tampon dan tidak lekas tuntas darah haidnya.
Dokter Taufiq SpOG mengatakan, darah haid keluar berlebihan dipengaruhi beberapa faktor.
Diantaranya faktor iatrogenik akibat penggunaan alat kontrasepsi IUD (intrauterine device) atau spiral.
"Di beberapa perempuan pemakaian IUD meningkatkan resiko menstruasi berlebihan," terangnya kepada Tribunlampung.co.id, Jumat (12/4/2019).
Selain itu, faktor lain penyebab menorrhagia (haid berlebih) seperti adanya tumor fibroid rahim, polip serviks, polip atau kanker endometrium, maupun adanya kelainan atau ketidakseimbangan hormon.
"Kalau haidnya keluar banyak biasanya waktunya lebih lama. Padahal normalnya hanya 3 sampai 7 hari saja," terangnya.
Gejala lain haid berlebihan selain harus mengganti pembalut atau tampon setiap jam atau setiap beberapa jam berturut-turut.
• Cara Atasi Haid Telat 2 Bulan
Mencakup pendarahan malam hari yang membuat terbangun untuk mengganti pembalut atau tampon, adanya gumpalan darah besar saat menstruasi, haid berlangsung lebih dari tujuh hari, serta pada kasus yang berat, menstruasi dapat mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari.
"Kehilangan darah dari menstruasi berlebihan juga dapat menyebabkan anemia, serta gejala seperti kelelahan," jelas dokter Taufiq.
Menurutnya, tidak ada faktor genetik atau keturunan yang menyebabkan seorang perempuan mengalami haid banyak atau berlebih.
"Darah haid yang keluar secara berlebih membuat perempuan tersebut mengalami anemia," ujarnya.
(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia Markhamah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/haid-terlambat_20160204_154244.jpg)