Setelah di Lampung, Kini Muncul Lagi Kasus Ayah Cabuli Putri Kandung 5 Anaknya Menjadi Korban

Setelah di Lampung, Kini Muncul Lagi Kasus Ayah Cabuli Putri Kandung 5 Anaknya Menjadi Korban

Editor: Safruddin
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Setelah di Lampung, Kini Muncul Lagi Kasus Ayah Cabuli Putri Kandung 5 Anaknya Menjadi Korban 

Setelah di Lampung, Kini Muncul Lagi Kasus Ayah Cabuli Putri Kandung 5 Anaknya Menjadi Korban

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Setelah di Lampung, kasus hubungan sedarah ayah dan anak kembali mencuat.

Kali ini terjadi Kalimantan Barat dan korbannya adalah 5 putri kandung sang ayah.

Kasus ini menjadi perhatian tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).\

Tim turun langsung menangani kasus pencabulan yang diduga dilakukan bapak kepada lima putri kandungnya di Kecamatan Kakap, Kubu Raya, Kalimantan Barat  beberapa waktu lalu.

Pencabulan itu dilakukan pada anak-anak gadisnya bahkan yang bawah umur, dan ada yang sampai hamil. Kasus ini disebut Inses (incest).

Untuk menangani kasus ini, Yayasan Nanda Dian Nusantara juga ikut melakukan pendampingan memulihkan rasa trauma para korban.

Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara, Devi Tiomana menyatakan, pihaknya menggandeng Kemen PPPA termasuk pendampingan hukum sekaligus bantuan konseling.

“Tentunya kasus itu harus diselesaikan dengan tuntas. Apalagi korbannya ada anak di bawah umur. Sehingga kita akan menggandeng beberapa pihak,” katanya saat mendampingi Tim Kemen PPA, Bhabinkamtibmas menyambangi rumah korban di Kecamatan Kakap, Minggu (14/4/2019).

Selain itu dari PPPA juga meminta Bhabinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi mengenai aktivitas percabulan.

Selain itu Bhabinkamtibmas juga bakal menggandeng tokoh masyarakat dan keluarga untuk ikut membantu pemulihan trauma korban.

“Tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, dan Babinkamtibmas perlu berperan secara bersama dalam pemulihan trauma korban, meskipun keluarga lah benteng utama,” terang Devi.

Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara, Devi Tiomana turut mendampingi Tim Kemen PPPA berkunjung ke rumah korban untuk memotret dari dekat kondisi sosial dan sikologis korban dengan keluarganya pasca pelaku, yakni ayah korban ditahan.

Ini yang menyentuh langsung.

"Seperti yang kita lihat, di antara mereka anak-anak itu satupun tidak ada yang bersekolah, meskipun masih muda. Dan itu menjadi penyebab perlakukan tersebut tidak bisa terlaporkan, karena mereka tidak punya akses untuk melaporkan kasus itu, karena itu tadi faktor pendidikan yang terputus," ujarnya.

Selain itu, kata dia, lingkungan sosial juga memang jauh dari tetangga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved