Ada Apa dengan Sandiaga Uno dan AHY Tak Kelihatan Saat Prabowo Sujud Syukur Klaim Menang 62 Persen

Tak hanya Sandiaga yang menjadi pertanyaan publik. Tokoh muda Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, juga tak terlihat bersama Prabowo.

Ada Apa dengan Sandiaga Uno dan AHY Tak Kelihatan Saat Prabowo Sujud Syukur Klaim Menang 62 Persen
(ANTARA/WAHYU PUTRO A)
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Maruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp. 

Hasil Quick Count

Sejumlah lembaga survei di Indonesia telah merilis hasil hitung cepat (quick count) untuk Pemilihan Presiden 2019.

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin, unggul sementara berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei.

Quick Count yang digelar Litbang Kompas, misalnya, dengan data masuk 90.15 persen, menempatkan Jokowi sebagai peraih suara terbanyak dengan 54,57 persen, sedangkan Prabowo 45,43 persen.

Sejumlah lembaga survei lain seperti Indobarometer, Charta Politika, SMRC, LSI Denny JA, hingga CSIS-Cyrus network merilis hasil quick count yang hampir sama, yakni pada rentang 53-56 persen untuk Jokowi dan 44-47 persen untuk Prabowo.

Meski begitu, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, juga mengklaim unggul berdasarkan data exit poll Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Hasil exit poll internal BPN ini Prabowo-Sandi unggul di angka 55,4 persen, sedang Jokowi-Maruf 42,8 persen.

Prabowo malah mengungkap hasil perhitungan real count internalnya dengan mengklaim kemenangan sampai 62 persen.

Data survei semua lembaga ini bukanlah hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasil akhir Pemilu 2019, baik untuk Pilpres maupun Pileg, tetap menunggu keputusan KPU.

Menanggapi hasil hitung cepat ini, kedua kubu pun telah melakukan konferensi pers. Prabowo menggelar konferensi pers lebih dahulu di Kertanegara, Jakarta, Rabu sore.

Dalam pidatonya, ia mengatakan, dirinya prihatin karena ada kejadian-kejadian yang merugikan pendukung 02.

Namun, terus dia, hasil Exit Poll di 5.000 TPS, pihaknya menang dan berdasarkan hasil quick count juga menang 52 persen.

Ia pun meminta semua relawan untuk mengawal kemenangan ini.

Wapres Jusuf Kalla Usul Pemilu Tak Perlu Lagi Serentak, Pileg dan Pilpres Dipisah

"Saya imbau pendukung saya untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis."

"Tetap kawal kotak suara. Saya tegaskan di sini kepada pendukung saya untuk tidak terprovokasi dan menghindari tindakan diluar hukum dan tindakan kekerasan apapun," ujarnya.

Prabowo bahkan merayakan kemenangan sepihak dengan melakukan sujud syukur seusai jumpa pers di Kertanegara.

Awalnya ia mengklaim bahwa hasil penghitungan sementara yang dilakukan internal, dirinya dan Sandiaga Uno sudah memperoleh 62 persen suara.

"Ini adalah hasil real count dalam posisi lebih dari 320.000 TPS," kata Prabowo disambut sorak sorai para pendukung.

Prabowo meyakini persentase tersebut tidak akan berubah banyak hingga akhir penghitungan dan tidak berbeda dengan rekapitulasi resmi KPU.

"Ini kemenangan bagi rakyat Indonesia. Saya akan jadi presiden seluruh rakyat Indonesia. Bagi saudara-saudara yang membela 01, tetap kau akan saya bela. Saya akan dan sudah menjadi presidennya seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Setelah berorasi menyampaikan kemenangan, Prabowo melakukan sujud syukur. Prabowo dan beberapa orang kemudian bersujud menghadap kiblat. Sementara para pendukungnya bersorak-sorai.

Jokowi: Jaga Kerukunan

Sementara capres nomor urut 01 Jokowi yang menggelar konferensi pers setelah 02 di tempat berbeda, tidak banyak mengungkit hasil quick count sejumlah lembaga survei yang memenangkannya.

Ia malah mendinginkan suasana dengan tidak mendeklarasikan kemenangan secara terbuka. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kerukunan setelah terlaksananya pilpres ini.

Jokowi mengawali pidatonya dengan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya keapda KPU, Bawaslu, DKPP, sehingga proses pesta demokrasi ini berjalan dengan jujur dan adil. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada TNI dan Polri yang telah mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa indikasi exit poll dan quick count sudah bisa dilihat. Namun, ia mengajak timnya tetap bersama, menunggu penghitungan dari KPU secara resmi.

"Yang ketiga, marilah kita kembali bersatu sebagai saudara sebangsa dan setanah air, setelah pileg dan pilpres ini menjalin persatuan dan kerukunan," ujarnya.

Jokowi, yang berpidato didampingi wakilnya, Ma'ruf Amin, kemudian menyalami satu persatu pemimpin partai yang menemaninya, termasuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PSI Grace Natalia, dan lainnya.

Hampir semua lembaga survei yang terverifikasi di KPU mencatat kemenangan untuk Jokowi-Ma'ruf Amin.

Perhitungan sampel suara masuk hingga malam tadi ada yang sudah sampai 100 persen.

Pada umumnya lembaga survei tersebut meyakini Jokowi sebagai pemenang Pilpres. Meski hasil resmi tetap menjadi keputusan KPU yang akan melakukan penghitungan suara secara berjenjang

Gandengan Tangan

Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali 'bergandengan tangan' dalam memajukan pembangunan pada segala sektor. Habibie menegaskan, persaingan politik pada Pemilu serentak 2019 akan segera berakhir.

"(Persaingan) kita juga sudah selesai, kita bergandengan tangan mensukseskan pembangunan," ujar Habibie saat ditemui usai menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10, Kompleks Patra Jasa Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Alumni The Technische Hochschule Aachen (RWTH Aachen) Jerman itu menegaskan siapapun pasangan calon (paslon) yang terpilih dalam Pemilu serentak 2019, harus bisa terbuka dan menjalankan tugas secara baik.

Masyarakat juga harus bisa mendukung pemerintah dalam mewujudkan pembangunan negara dalam berbagai sektor.

"Dan kita menyusun bersama bagaimana pembangunan itu, dan harus transparan, harus kerja baik," kata Habibie.

Lelaki yang akrab disapa eyang Habibie itu mengucapkan 'selamat' kepada seluruh rakyat Indonesia yang tengah menyambut pesta demokrasi. Khususnya generasi milenial yang ia anggap kelak bisa menjadi ujung tombak dalam memajukan negara ini.

"Jadi selamat bangsa Indonesia, rakyat, khususnya yang muda-muda, anda adalah harapan bangsa dan adalah masa depan Indonesia," tegas Habibie.

Kepala Dingin
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, berharap semua pihak menggunakan kepala dingin menyikapi hasil proses demokrasi lima tahunan ini.

"Siapapun yang menang nanti. Baik incumbent atau penantang tidak boleh ada yang melakukan tindakan anarkistis. Apalagi menyalahkan yang menang," kata Ujang.

Ujang menjelaskan, Pemilu Legislatif maupun Pilpres merupakan preses demokrasi biasa yang berulang setiap lima tahun. Karenanya, semua pihak diharapkan bisa menerima apapun hasil yang didapat.

"Pemilu 2019 semua kontestan habis-habisan berkampanye. Tidak jarang kita temukan gesekan, nyinyiran, saling serang dan saling menafikan. Dalam demokrasi perbedaan pendapat itu hal biasa. Sekeras apapun perbedaan, yang penting tidak anarkistis," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini.

Kata Ujang, pihak yang menang tidak boleh jemawa. Demikian halnya pihak yang kalang harus tetap lapang dada.

"Semua ada jalurnya. Jika ada kerebratan dari yang kalah, jalur hukum adalah yang terbaik. Pilpres hanya rutinitas lima tahunan biasa. Pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah," papar dia.

Seyogyanya, kata Ujang, setiap kandidat harus siap menang dan kalah jika sudah menyatakan siap maju sebagai calon presiden dan wakil presiden. "Jangan hanya siap menang, tapi tidak siap kalah," tutup Ujang. (tribunnews)

Editor: Andi Asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved