Melahirkan Sendiri Guru Honorer Biarkan Bayinya Terlantar dan Tetap Ngajar, Polisi: Ada Kekerasan

Melahirkan Sendiri Guru Honorer Biarkan Bayinya Terlantar dan Tetap Ngajar, Polisi: Ada Kekerasan

Editor: Safruddin
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Melahirkan Sendiri Guru Honorer Biarkan Bayinya Terlantar dan Tetap Ngajar, Polisi: Ada Kekerasan 

Melahirkan Sendiri Guru Honorer Biarkan Bayinya Terlantar dan Tetap Ngajar, Polisi: Ada Kekerasan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MAGELANG - Bayi perempuan tak berdosa yang baru lahir di Magelang telah menjadi korban pembunuhan oleh pelaku yang ternyata ibunya sendiri.

Seorang guru honorer di Magelang diduga membunuh bayi yang baru dilahirkannya lantaran merasa malu bayi itu hasil hubungan gelapnya dengan seseorang.

Diduga karena merasa malu telah melahirkan bayi dari hasil hubungan gelap, oknum guru honorer tersebut menghabisi atau membunuh bayinya setelah dilahirkan sendiri.

Hasil penyelidikan dan pemeriksaan oleh polisi, guru honorer bernama MR (26), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, itu akhirnya mengakui perbuatannya.

Berdasarkan informasi dihimpun Tribun Jogja terkini, oknum guru honorer, MR (26), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, itu tega membunuh bayi perempuan yang baru dilahirkannya.

Bayi tak berdosa itu diduga dibekap hingga meninggal dunia, lalu dikuburkan di kebun bambu di belakang rumahnya.

Bayi tersebut diduga hasil dari hubungan gelap pelaku dengan seorang pria.

Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat bahwa terdapat penguburan bayi di Desa Tanjungsari, Windusari.

Polisi bongkar makam

Pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan, dan Senin (15/4/2019) kemarin, makam bayi berhasil ditemukan dan dibongkar.

Kecurigaan mengarah kepada pelaku, MR yang tinggal tak jauh dari lokasi penemuan.

Dari pemeriksaan petugas kepolisian, MR akhirnya mengaku telah melahirkan bayi pada Minggu (24/3/2019), sekitar pukul 01.00 WIB. Hari sebelumnya, Sabtu (23/3/2019), MR merasakan kontraksi pada pukul 19.30.

Baru sekitar pukul 01.00 dini hari, ia melahirkan bayi tersebut.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan, pelaku mengaku telah melahirkan bayi tersebut. Ia melahirkan sendiri.

Saat bayi itu keluar, ia mendiamkan orok bayi tersebut tanpa diberikan pakaian. Diduga ada upaya kekerasan hingga bayi meninggal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved