Waspada Penularan Penyakit Frambusia

Penyakit itu dapat menyerang kulit, sendi dan tulang disebabkan spirokaeta triponema pallidun pertenue.

Tayang:
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: martin tobing
YouTube
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Frambusia atau sering juga disebut penyakit patek atau yaws. merupakan penyakit kronis.

Penyakit itu dapat menyerang kulit, sendi dan tulang disebabkan spirokaeta triponema pallidun pertenue.

dr Antoni Miftah SpKK menjelaskan, bakteri penyebab frambusia mirip pemicu penyakit menular seksual sifilis.

Namun, penyakit ini tidak ditularkan secara seksual.

Selain tidak seperti sifilis, frambusia tidak berpotensi menyebabkan kerusakan jangka panjang pada jantung dan sistem kardiovaskular.

"Penyakit ini hampir selalu ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi," ujarnya.

Penyakit frambusia ini dikenal juga dengan istilah endemic non-venereal treponematoses.

Ini Dia Penyebab Penyakit Kaligata

Namun seperti penyakit sifilis, penyakit ini memiliki periode klinis primer dan sekunder walaupun cara penularannya berbeda.

Sifilis menular lewat kontak seksual sedangkan frambusia menular melalui kontak kulit langsung.

"Masa inkubasi penyakit ini antara 15 sampai 30 hari," jelas dr Antoni.

Ia menambahkan, penyakit frambusia dapat menyebar secara langsung lewat luka atau koreng dari orang yang terinfeksi penyakit tersebut.

Ironisnya, penyakit itu paling banyak menyerang anak-anak usia dua sampai lima tahun.

Terutama yang sering mengenakan pakaian terbuka, sering mengalami cedera kulit, dan tinggal di daerah dengan kebersihan yang buruk.

Selain itu berinteraksi dengan yang terkena penyakit frambusia.

Waspadai Penyakit Mata Papiledema Penderita Kerap Tak Menyadari

"Gejala awal penyakit ini adalah pembengkakan bulat dan keras di kulit berukuran dua sampai lima centimeter yang dapat pecah dan menjadi ulkus".

"Bisa sembuh spontan setelah tiga sampai enam bulan," jelas dr Antoni.

Jaga Gaya Hidup Sehat

Dokter Antoni Miftah SpKK mengatakan, agar terhindar dari penyakit frambusia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diterapkan.

Terutama menjaga kesehatan diri dan kebersihan sanitasi.

"Kondisi sanitasi harus baik. Kebersihan diri harus dijaga. Serta menghindari kontak langsung dengan orang yang terpapar penyakit ini," jelasnya.

Terkait pencegahan penularan penyakit ini adalah mengobati orang yang sudah terinfeksi.

Mengenal Penyakit Autoimun dan Dampak Bagi Tubuh

Pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) adalah metode paling akurat untuk membantu menegakkan diagnosa penyakit ini.

Pengobatan terpilih adalah penisilin benzatin pada kondisi tertentu dapat diberikan azitromicin.

Selanjutnya setelah beberapa minggu sampai beberapa tahun tergantung kondisi pasien.

Penyakit frambusia dapat menyebabkan sendi dan tulang sakit serta dapat menimbulkan benjolan baru. (*)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved