VIDEO Sempat Jualan Es Cincau, Tri Setiani Jadi Lulusan Terbaik IIB Darmajaya

Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali meluluskan sebanyak 392 mahasisiwanya pada wisuda ke XVII, di Gedung Bagas Raya, Selasa

Tayang:
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: taryono

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali meluluskan sebanyak 392 mahasisiwanya pada wisuda ke XVII, di Gedung Bagas Raya,  Selasa (30/4/2019).  

Pada wisuda kali ini, yang dinobatkan menjadi lulusan terbaik dan mendapatkan gelar cumlaude dengan IPK 4,0 adalah Tri Setiani dari prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). 

Selain Tri, pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) juga yang meraih predikat mahasiswa terbaik dan raih gelar cumlaude dengan IPK 4,0 diraih Sindi Antika dari prodi Akuntansi. 

Lalu Endy Virgiawan IPK 3,69 terbaik dari prodi Teknik Informatika, Rizky Amalia prodi Sistem Informasi dengan IPK 3,54, dan jurusan Sistem Komputer diraih I Gede Putra Budiartha dengan IPK 3,25.

Sementara dari program magister lulusan terbaik diraih Hary Sabita dari Magister Teknik Informatika dengan IPK 3,98.

Tri Setiani saat ditemui Tribunlampung.co.id mengaku, jalannya untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi tak semulus seperti mahasisiwa lainnya yang serba berkecukupan.

Mahasiswi piatu ini mengaku, setelah lulus dari SMKN 1 Tulangbawang Barat pada 2013 silam, ia tidak langsung kuliah.

"Jadi aku setelah lulus sekolah tahun 2013 silam, niatnya hanya ingin mengadu nasib di Bandar Lampung saja. Hanya untuk cari uang ke kota demi bapak yang tinggal di kampung Mulya Jaya, Tulangbawang Barat," katanya

Tapi rasa ingin melanjutkan pendidikan itu kembali muncul, saat ia berjualan es capuchino cincau milik orang lain.

Selain itu, ia juga pernah menjadi pramusaji di Kafe Gudang Rupa.

"Jadi selama dua tahun itu saya mengumpulkan uang dari pramusaji dan berjualan es capuchino cincau milik orang," katanya

Lalu pada akhirnya 2015 silam, ia meminta izin untuk berkuliah kepada ayahnya sembari berjualan.

Restupun didapatkan dari sang ayah dan hasil kerja selama dua tahun itu dijadikan modal mendaftarkan diri ke kampus Darmajaya.

"Karena aku itu izinnya kuliah untuk mendapatkan beasiswa, padahal biaya sendiri tanpa ada bantuan pada saat itu," katanya

Pada semester awal, ia masih sanggup membayar uang kuliahnya sendiri.

Tapi saat tagihan semester berikutnya (kedua), ia pun mulai memutar otak.

Selain harus bayar biaya pendidikan, ia juga harus bayar kosan dan makan setiap hari.

Sempat ada niat berhenti kuliah.

Tapi dengan pertolongan Allah SWT, saat duduk di masjid dengan menangis kalau dirinya tak sanggup lagi melanjutkan kuliah karena terbentur dana akhirnya ada rekannya yang memberikan saran untuk ikut program beasiswa Bank Jabar.

Hingga akhirnya iapun tertolong untuk melanjutkan kuliah dari Bank Jabar.

Setiap hari ia pun membagi waktu antara kuliah dan bekerja.

Kuliah dari pukul 07-16.00 WIB, lalu dari pukul 17-00 WIB dilanjutkan ke tempat berjualan. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/Wahyu Iskandar)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved