Pemilu 2019

Jelang Pengumuman Hasil Pemilu oleh KPU 22 Mei, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Politik Adu Domba

Agar semua pihak dapat menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, menghargai konstitusi, menciptakan suasana konfusif menjelang dan setelah penetapan.

Jelang Pengumuman Hasil Pemilu oleh KPU 22 Mei, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Politik Adu Domba
(KOMPAS)
Ilustrasi. Masyarakat Diminta Tidak Terpancing Politik Adu Domba Jelang 22 Mei 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Kelompok warga yang tergabung dalam "Gerakan untuk Pemilu Damai dan Konstitusional" menyerukan seluruh masyarakat untuk tak mudah terprovokasi dengan politik adu domba dan langkah-langkah inkonstitusional jelang pengumuman hasil Pemilu pada 22 Mei 2019.

"Dinamika politik cukup tinggi mewarnai proses pemilu sejak pengumuman hasil quick count sejumlah lembaga survei dan sepanjang proses rekapitulasi berlangsung," tulis mereka dalam keterangan pers seperti dikutip dari Kompas.com, Senin 20 Mei 2019.

Mulai dari saling klaim kemenangan yang memecah masyarakat, seruan people power, tersebarnya berita hoaks yang masif dan meresahkan, tuntutan kepada Bawaslu dan KPU untuk mendiskualifikasi salah satu calon, sampai penolakan hasil pemilu terjadi dalam pemilu serentak kali ini.

Gerakan yang diprakarsai oleh 16 kelompok non-pemerintah ini menyampaikan bahwa sejatinya pemilu memiliki mekanisme penegakan hukum dan penyelesaian sengketa hasil pemilu yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Oleh karena itu, mereka menghimbau kepada semua pihak untuk menghargai mekanisme hukum yang ada dengan melapor ke Bawaslu ataupun Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) apabila keberatan dengan hasil pemilu yang akan diumumkan Rabu depan.

Mereka berharap agar semua pihak dapat menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, menghargai konstitusi, menciptakan suasana konfusif menjelang dan setelah penetapan hasil pemilu.

Daftar Perolehan Suara Pilpres 2019 di 30 Provinsi

Mereka turut mengajak masyarakat agar bisa mengawal bersama proses tahapan pemilu dengan mengedepankan sikap hati-hati dalam menerima informasi.

"Mendukung aparat keamanan yakni Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Datasemen Khusus (Densus) 88 untuk bekerja optimal menjaga kondusifitas keamanan pelaksanaan tahapan Pemilu dan memberi rasa aman untuk semua," ucap mereka.

Adapun Gerakan untuk Pemilu Damai dan Konstitusional ini diprakarsai oleh 16 lembaga non-pemerintah yaitu Netgrit, Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, KEMITRAAN, Perludem, Presnas JaDI, Lingkar Madani Indonesia, NETFID, KoDe Inisiatif, Tepi, SPD, PuSaKo Universitas Andalas, JPPR, ICW, KIPP, Puskapol UI, dan PSHK.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Jelang 22 Mei, Warga Diimbau Tak Terpengaruh Politik Adu Domba

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved