Video Tribun Lampung

VIDEO MUI Lampung Minta Semua Pihak Taati Hasil Pemilu, Siap Menang Siap Kalah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung menggelar multaqo ulama, cendekiawan muslim, dan tokoh lintas agama untuk Indonesia Damai di Balroom Novotel

Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: wakos reza gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung menggelar multaqo ulama, cendekiawan muslim, dan tokoh lintas agama untuk Indonesia Damai di Balroom Novotel Bandar Lampung, Senin (20/5/2019).

Ketua MUI Lampung DR Khaeruddin Tahmid mengatakan, multaqo ini untuk mengajak masyarakat berada di pemilu yang damai dan bisa menerima hasil pemilu presiden dengan legowo apapun hasilnya nantinya.

"Kegiatan multaqo ini untuk merajut persaudaraan antar umat beragama, dengan bangsa dan negara. Terutama merespon perkembangan di tengah masyarakat terkait munculnya gesekan sosial jelang pengumuman pilpres," jelas Ketua MUI Lampung DR Khaeruddin Tahmid dalam penyampaiannya.

Menurutnya sudah menjadi bagian dari kewajiban MUI untuk menghindarkan bangsa ini dari berbagai yang mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI. Karena tanggungjawab MUI ada untuk keagamaan dan kebangsaan.

"Mewujudkan tanggungjawab kebangsaannya. Mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi situasi politik yang terjadi," ujarnya.

MUI Lampung meminta peserta pemilu menempuh jalur hukum jika merasakan ada pelanggaran. Berharap masing-masing calon mentaati komitmen bersama. Mentaati hasil pemilu, siap menang, siap kalah.

"Bagi paslon yang menang agar tidak mengungkapkan ekspresi kemenangannya secara berlebihan," imbaunya.

Dia juga meminta tokoh politik, tokoh agama, masyarakat hingga media aga ikut membantu mendinginkan suasana agar proses demokrasi berjalan dengan baik.

"Untuk aparat kepolisian diminta untuk bertindak tegas, adil, transparan dan profesional dalam menegakkan hukum," imbuhnya.

Prof Muhammad Mukri Ketua Pengurus Wilayah NU Lampung berharap bangsa Indonesia bisa menerima apapun hasil pemilu presiden yang akan diumumkan besok.

"Harapan kita pemilu berakhir damai, sebagai bangsa bisa melewati semua ini. Termasuk masa-masa yang kritis ini (jelang pengumuman pilpres)," kata Mukri.

Siapapun yang menjadi presiden, menurutnya sebagai masyarakat Indonesia harus dewasa. "Proses politik itu memang ada gejolaknya. Nggak mungkin selalu berjalan mulus," kata dia.

Dia menegaskan NU haram hukumnya melakukan pemberontakan. Bahkan hasil munas NU di Banjar bersepakat untuk saling menghargai. "NU ada di belakang MUI. Kita beri dukungan KPU, POLRI, TNI, untuk pemilu yang damai, haram hukumnya NU melakukan pemberontakan. Saya ikut menjadi bagian siap untuk tandatangan (deklarasi damai)," sambung Mukri.

Ketua ICMI Orwil Lampung M Yusuf S Barusman juga berharap masyarakat bisa kembali pada rutinitas semula usai pemilu.

"Milih nomor satu, milih nomor dua, sudah selesai. Saat ini kita tinggal menjalankan kehidupan sebagaimana biasanya," ujar Yusuf Barusman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved