Sopir Ambulans Berlogo Gerindra Mengaku Tak Ada Alat Medis di Mobilnya

Polda Metro Jaya merilis pengakuan sopir mobil ambulans berlogo Partai Gerindra yang diamankan dari lokasi kerusuhan pada Rabu (22/5/2019) lalu.

Tayang:
KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELA
Mobil ambulans berlogo Partai Gerindra terparkir di halaman depan gedung Unit Resmob Polda Metro Jaya. 

Menariknya lagi, ambulans berpelat nomor B 9686 PCF itu diketahui menunggak pajak.

Di sisi samping mobil tertulis Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com melalui laman resmi Samsat Jakarta, mobil tersebut diketahui telah menunggak pajak kendaraan bermotor sejak 25 Februari 2015.

Selain itu, masa berlaku STNK mobil tersebut telah habis sejak 25 Februari 2018.

Oleh karena itu, mobil tersebut dikenakan denda pajak kendaraan bermotor (PKB) Rp 390.600 di luar pajak pokok Rp 1.627.500.

Mobil itu juga dikenakan denda sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp 100.000.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, polisi menemukan ambulans berlogo partai yang di dalamnya penuh batu dan alat-alat di dekat lokasi demonstrasi.

Namun, ia enggan menyebutkan nama partai yang logonya terpasang di ambulans tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, kepolisian juga akan mendalami dugaan keterlibatan partai dalam temuan ambulans berisi batu-batu tersebut.

"Kalau ada keterlibatan partai politik akan didalami, terus siapa aktor intelektual di balik itu semua," kata Dedi.

Polisi akan meminta keterangan para saksi terkait temuan tersebut.

 Heboh Sosok Wanita Misterius Bawa Ransel Diduga Berisi Bom dalam Aksi 22 Mei

Dibekali Uang Operasional

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penumpang dalam mobil ambulans berlogo Partai Gerindra dibekali uang operasional Rp 1,2 juta.

"Jadi, dalam perjalanan (mereka) dibekali uang Rp 1,2 juta untuk operasional," ujar Argo dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (24/5/2019).

Uang operasional tersebut diberikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, tujuan pengiriman ambulans itu adalah membantu memberikan pertolongan jika ada korban dalam kerusuhan 22 Mei.

"(Yang memberi dana operasional) adalah ketua DPC (Partai Gerindra Kota Tasikmalaya," kata Argo.

Mobil ambulans itu tercatat sebagai milik PT Arsari Pratama. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pengakuan Sopir Mobil Ambulans Berlogo Partai Gerindra

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved