Sejarah Baru KPK, Jebloskan Suami Istri dan Dua Putrinya ke Penjara Kasus Korupsi SPAM Lampung

Sejarah Baru KPK, Jebloskan Suami Istri dan Dua Putrinya ke Penjara Kasus Korupsi SPAM Lampung

Sejarah Baru KPK, Jebloskan Suami Istri dan Dua Putrinya ke Penjara Kasus Korupsi SPAM Lampung
Dok KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sejarah baru dengan menjebloskan satu keluarga ke bilik tahanan karena tersangkut korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampung. Satu keluarga tersebut adalah pasangan suami istri, Budi Suharto dan Lily Sundarsih, serta anaknya Irene Irma dan Yuliana Enganita Dibyo. 

Sejarah Baru KPK, Jebloskan Suami Istri dan Dua Putrinya ke Penjara Kasus Korupsi SPAM Lampung

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Satu keluarga, yakni suami istri dan dua putrinya, dijebloskan ke penjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka tersangkut kasus korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampung dan beberapa daerah lainnya.

Ini merupakan sejarah baru yang dicatat KPK, yakni menjebloskan satu keluarga ke dalam bilik tahanan.

Rumahnya Dilempari Pembalut dan Celana Dalam Bekas, Ayu Ting Ting: Pelakunya Cewek

Foto-foto Mesranya Tersebar, Cinta Laura Lakukan Ini di Instagram, Sang Ibu Beri Klarifikasi

Aksi Unik 2 Pencuri di Indekos Jalan ZA Pagar Alam Ini Tertangkap Kamera CCTV, Gotong Motor Curian!

Satu keluarga tersebut adalah pasangan suami istri, Budi Suharto dan Lily Sundarsih. Kemudian, dua anaknya, Irene Irma dan Yuliana Enganita Dibyo.

KPK mengeksekusi mereka ke bui, Kamis (30/5/2019).

Proyek SPAM yang melibatkan mereka adalah SPAM Lampung, SPAM Katulampa, SPAM Darurat, dan SPAM Toba.
Korupsi Proyek SPAM

"Jaksa KPK telah melakukan eksekusi terhadap 4 orang terpidana dalam kasus suap terkait proyek sistem penyediaan air minum di sejumlah daerah," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (31/5/2019).

Budi Suharto dieksekusi ke Lapas Klas 1 Pria Tangerang, sedangkan Lily, Irene dan Yuliana dieksekusi ke Lapas Klas II B Anak Wanita Tangerang.

"Mereka akan menjalankan masa hukuman sesuai dengan putusan pengadilan tindak pidana korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap," kata Febri.

Halaman
12
Editor: Andi Asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved