Mudik Lebaran 2019

Pejuang Energi di Tol Lampung Anggap Tugas di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Sebagai Ibadah

Pejuang Energi di Tol Lampung Anggap Tugas di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Sebagai Ibadah

Pejuang Energi di Tol Lampung Anggap Tugas di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Sebagai Ibadah
Ist
Pejuang Energi di Tol Lampung Anggap Tugas di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Sebagai Ibadah 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG – Kedatangan hari Raya Idul Fitri yang tinggal hitungan hari disambut suka cita oleh masyarakat muslim dimanapun berada. Salah satunya dengan memanfaatkan libur Lebaran untuk mudik ke kampung halaman.

Namun tak sedikit orang yang merelakan waktunya tetap memberikan pelayanan kepada publik dan merasakan Lebaran di tempat kerja. Sebut saja pilot, masinis, nahkoda, sopir bus, dan tidak terkecuali operator SPBU.

Tahun ini, Tol Trans Sumatera menjadi pilihan pemudik menuju kota Palembang, Padang, Pekanbaru, bahkan Medan.

Di sepanjang ruas tol ini, bertugas Ridho Damara dan Riyan Kusnedi sebagai operator SPBU Modular di Kilometer 87A dan Raflesia di Km 115A, keduanya merupakan pejuang energi Pertamina untuk melayani pemudik menuju kampung halamannya.

“Di tempat kami, baik operator dan kepala SPBU Modular bekerja 24 jam melayani arus mudik dan balik nanti," ujar Ridho.

Sementara Riyan mengatakan, di momen puasa dan nanti hari lebaran yang pasti waktu bersama keluarga menjadi berkurang. "Tapi kami yakinkan ini sebagai ibadah melayani pemudik,” ujar Riyan.

Di Bulan Suci Ramadhan ini, keduanya juga tetap menjaga puasanya meskipun harus menghadapi panas terik di siang hari, hujan, dan lelah mengatur pengisian BBM ke mobil pemudik.

“Ibadah tetap dilaksanakan, untuk Solat misalkan kami harus bergantian dan melihat kondisi antrian pemudik,” ungkap Ridho.

Raflesia yang bertugas di Kilometer 115A menceritakan suka dukanya melayani pemudik di ruas Tol Trans Sumatera. Selain harus menjaga fisik agar tidak kelelahan dan mengatur waktu, Raflesia harus menjaga emosi dan itu menjadi hal yang lebih berat untuk dilakukan.

“Terkadang namanya antrian, ada saja pemudik yang tidak sabar dan kami operator kadang jadi kena semprot pemudik yang buru-buru," ungkap perempuan berhijab ini.

Hingga Minggu atau H-2 lebaran, pejuang energi yang setiap harinya melayani pemudik masih terus siaga mengorbankan waktunya bersama keluarga untuk menjalankan amanah.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel, Primarini sangat bangga dan menaruh rasa hormat bagi para operator SPBU ini. Menurutnya, operator SPBU adalah ujung tombak

“Mereka ada ujung tombak Pertamina di Tol Trans Sumatera, tanpa dedikasi mereka tentunya dapat menganggu kelancaran distribusi," ujarnya.

Pihak Pertamina sangat mengapresiasi apa yang mereka lakukan dan dalam kesempatan ini hanya bisa memberikan tambahan paket bingkisan Lebaran. "Semoga bisa dimanfaatkan bersama keluarga setelah lebaran,” kata Primarini.

Primarini juga mengajak operator aktif berinteraksi dan meningkatkan silaturahmi dengan pemudik yang sedang mengisi BBM.(Tribunlampung.co.id/ sulis setia m)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved