Penumpang KMP Mutiara Persada II Masih Bertahan di Pelabuhan Bakauheni

Ratusan penumpang KMP Mutiara Persada II yang kandas di dekat pulau Rimau Balak, masih bertahan di pelabuhan Bakauheni hingga pagi ini, sabtu (8/6).

Penumpang KMP Mutiara Persada II Masih Bertahan di Pelabuhan Bakauheni
Tribunlampung.co.id/Dedi
Ratusan penumpang KMP Mutiara Persada II yang kandas di dekat pulau Rimau Balak, masih bertahan di pelabuhan Bakauheni hingga pagi ini, sabtu (8/6). 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Ratusan penumpang KMP Mutiara Persada II yang kandas di dekat pulau Rimau Balak, masih bertahan di pelabuhan Bakauheni hingga pagi ini, sabtu (8/6). Para penumpang ini menunggu kepastian evakuasi KMP Mutiara Persada II.

Para penumpang ini terus menanyakan kepastian evakuasi kapal yang kandas di gosong (gugusan karang) dekat pulau Rimau. Pasalnya mereka ingin melanjutkan perjalanan ke kampung halaman mereka.

Seperti diungkapkan oleh Tatang, salah seorang penumpang yang masih bertahan di pelabuhan Bakauheni. Ia mengatakan bersama keluarganya ia rencananya hendak menghadiri peringatan meninggalnya orang tuanya di Kota Bumi.

Sayang keinginannya terhambat dengan kejadian kandasnya KMP Mutiara Persada II yang ditumpanginya. Beruntung anggota keluarganya yang lain telah melanjutkan perjalanan ke Kota Bumi.

"Recananya kita mau menghadiri peringatan meninggalnya orang tua. Tapi jadi terhambat karena kejadian ini. Padahal kita senin besok sudah masuk kerja," terang pria asal Depok itu.

10 Tahun Tribun Lampung - New Media Power

KMP Mutiara Persada II Kandas di Dekat Pulau Rimau Balak, Begini Nasib Para Penumpang

Hal yang sama juga dikatakan oleh Salmah dari Bekasi. Ia dan keluarganya hendak ke Palembang mudik lebaran. Namun justri terhambat dengan adanya kejadian kandasnya KMP Mutiara Persada II di dekat Pulau Rimau Balak.

Ia pun mengaku kecewa dengan pelayanan pihak PT. Atosin Lampung Pelayaran (ALP) yang mengoperasikan KMP Mutiara Persada II. Pasalnya hingga kini belum ada kepastian tentang evakuasi kapal. Selain itu juga tidak ada kepastian dan jaminan dari pihak perusahaan tentang apakah mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan meninggalkan kendaraan dengan jaminan keselamatan kendaraan mereka di dalam kapal.

"Kita sudah 36 jam. Tapi kan belum ada kepastian tentang evakuasi kapal. Tidak mungkin kita di pelabuhab lama, pengeluaran kita juga besar. Memang ada akomodasi makan. Tetapi kan kebutuhan lainnya kita mengeluarkan uang pribadi," kata dia.

Para penumpang pun mengaku kecewa dengan pelayanan yang ada. Mereka pun meminta pemerintah melalui otoritas terkait bisa menekan pihak perusahaan untuk bisa memberikan jaminan dan kepastian bagi para penumpang yang masih haris menunggu di pelabuhan sampai dengan pagi ini.

(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved