Tribun Bandar Lampung

Kemasan Gula dari Bajing Loncat Rusak, Tersangka Penadah Pindahkan ke Plastik Kiloan

Baituloh (43), tersangka penadah gula dari komplotan bajing loncat, mengaku tidak mengetahui gula yang ia beli adalah hasil curian.

Kemasan Gula dari Bajing Loncat Rusak, Tersangka Penadah Pindahkan ke Plastik Kiloan
Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Wirdo Nefisco memimpin ekspose penangkapan anggota komplotan bajing loncat, Rabu, 26 Juni 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Baituloh (43), tersangka penadah gula dari komplotan bajing loncat, mengaku tidak mengetahui gula yang ia beli adalah hasil curian.

Baituloh mengaku mendapat tawaran gula dari P, rekan tersangka bajing loncat inisial R. Saat itu, ungkap Baituloh, P menyebut gula tersebut merupakan produk lebih.

Baituloh mengaku semakin percaya setelah melihat kemasan gula dalam kondisi terbuka dan koyak.

"Karena kemasannya rusak, saya pindahkan ke plastik kiloan. Saya beli total 46 kilogram, Rp 450 ribu," katanya saat Polresta Bandar Lampung menggelar ekspose kasus, Rabu (26/6/2019).

Tim Satuan Reserse Kriminal Polsek Panjang dan Satreskrim Polresta Bandar Lampung membekuk seorang anggota komplotan pencuri modus bajing loncat, Senin (24/6/2019). Komplotan ini beraksi di Jalan Soekarno-Hatta (Bypass) ruas Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Minggu (23/6/2019).

Anggota komplotan bajing loncat yang tertangkap itu berinisial R (16). Dari pengembangan terhadap tersangka R lah, polisi berhasil menciduk Baituloh, tersangka penadah barang curian R dkk.

Penangkapan dua tersangka warga Panjang itu merujuk laporan di kepolisian bernomor LP/B/162/VI/2019/LPG/Resta Balam/Polsek PJG, tertanggal 23 Juni 2019.

"Tersangka (eksekutor) sebenarnya ada tiga orang. Mereka mencuri tiga dus gula dari atas truk yang melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Pidada, Panjang, Minggu lalu," kata Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Wirdo Nefisco saat ekspose kasus di kantornya, Rabu (26/6/2019).

Penangkapan tersangka R, beber Wirdo, berkat penyelidikan dari foto yang viral di aplikasi percakapan WhatsApp. Saat komplotan itu beraksi memanjat ke atas truk, ada pengendara yang memotret dari dalam mobil.

Tim berhasil meringkus R di rumahnya. Dari hasil pengembangan, tersangka R rupanya menjual barang curian kepada tersangka penadah Baituloh. Tim lalu berhasil mengamankan Baituloh berikut barang bukti gula curian seberat 46 kilogram.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved