252 SMK Swasta di Lampung Minim Pendaftar, 20 Sekolah Terancam Bangkrut Rebutan Siswa
252 SMK Swasta di Lampung Minim Pendaftar, 20 Sekolah Terancam Bangkrut Rebutan Siswa
252 SMK Swasta di Lampung Minim Pendaftar, 20 Sekolah Terancam Bangkrut Rebutan Siswa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebanyak 252 dari 367 SMK swasta (sekitar 70 persen) di Provinsi Lampung tidak terpenuhi kursi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun ini.
Demikian disampaikan Ketua Forum MKKS SMK se-Lampung Djumadi saat ditemui Tribun, Senin (1/7) di ruang kerjanya.
"Jadi ratusan sekolah swasta ini tidak terpenuhi kursinya karena banyak SMK Negeri yang membuka banyak jurusan," kata Djumadi yang juga menjabat Kepala SMK 2 Mei Bandar Lampung ini.
Sehingga masyarakat juga lebih memilih sekolah berpelat merah ketimbang sekolah swasta.
Menurut dia, seharusnya sekolah berpedoman pada Permendikbud nomor 22 tahun 2016, di mana setiap jenjang idealnya maksimal 24 rombongan belajar.
Tetapi saat ini hanya sekitar sembilan rombongan belajar di setiap sekolah per jenjang.
Diketahui dari setiap rombongan belajar itu idealnya ada 36 siswa.
"Karena itu, di dalam mengelola pendidikan SMK itu harus berkomitmen pada bidang studi keahlian, dan jangan campur aduk," ungkapnya.
• Artis Menikahi Bule dan Tinggal di Luar Negeri, Begini Nasib Nadia Vega Tak Lagi Main Sinetron
• Pabrik Senjata Api Rakitan Asal Metro Lampung Diungkap, Begini Cara Membuat dan Menjualnya
• Putrinya Pamerkan Perut Mirip Nia Ramadhani, Ardi Bakrie sampai Beri Julukan Ini ke Mikha
Djumadi mencontohkan siswa yang masuk jurusan teknologi harus sesuai bidangnya, sehingga siswa yang diterima bisa mencapai target untuk bisa masuk ke dunia kerja.
Djumadi juga berharap ada regulasi dengan pembukaan bidang keahlian (prodi), termasuk adanya guru yang berkompeten dan kecukupan laboratorium.
Karena itu, dia berharap pemerintah juga memikirkan sekolah swasta. "Seperti pembagian peserta didik baru sehingga ada pemerataan pendidikan," katanya.
Tak hanya SMK, Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta juga mengalami penurunan siswa yang mendaftar tahun ini.
Seperti diungkapkan Wakil Kepala (Waka) bidang kesiswaan SMA Perintis 2 Bandar Lampung, Widodo, Senin bahwa dengan adanya jalur zonasi, PPDB SMA Perintis 2 merosot dari tahun sebelumnya.
"Tahun sebelumnya itu SMA perintis menerima 300 siswa, sementara tahun ini yang baru mendaftar 200 siswa," ujarnya.
Terlepas dari efek zonasi atau bukan, Widodo menyampaikan bahwa tahun ini SMA Perintis 2 mengalami penurunan PPDB dari tahun sebelumnya.
SMA Perintis 2 membuka pendaftaran sejak 29 Juni hingga 31 Juli, dengan jumlah kuota sebanyak 400 siswa.
Dia berharap siswa yang mendaftar dapat bertambah karena waktu pendaftaran masih dibuka selama bulan Juli ini.
Widodo berharap siswa dapat segera mendaftarkan diri selagi kuota belum terpenuhi dan masa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) belum dimulai.
Gugur di Jalur Zonasi
Pantauan Tribun Senin (1/7) di tempat pendaftaran PPDB di SMA Perintis terlihat sepi.
Candra, salah seorang wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di SMA Perintis 2, mengatakan ia mendaftarkan anaknya di SMA Perintis 2 karena anaknya gugur mengikuti jalur zonasi di SMA Negeri 10 Bandar Lampung.
"Saya kemarin itu mendaftarkan anak saya di SMA 10 dan gugur di jalur zonasi," kata warga Garuntang, Bumi Waras, Bandar Lampung ini.
"Saya merasa kurangnya sosisalisasi dari pemerintah sehingga tidak mengerti seharusnya mendaftar ke mana," ungkapnya.
Sementara Tri Amelia, salah satu siswi asal Sukarame 2 Teluk Betung, Bandar Lampung yang juga mendaftar di SMA Perintis 2 mengatakan bahwa ia juga gugur di jalur zonasi.
"Kemarin daftar lewat jalur zonasi di SMAN 8, tapi gugur" ucapnya.
Sebagai seorang siswi yang ingin masuk SMAN, Tri Amelia merasa kecewa dengan gugurnya di jalur zonasi.(cr4)
Terancam Gulung Tikar
Ketua Forum Komunikasi Kelapa Sekolah Swasta (FKKSS) Bandar Lampung Maryadi Saputra mengatakan ada 43 sekolah SMA swasta yang akan berkompetisi.
Lalu ada sekitar 20 sekolah yang berpotensi gulung tikar karena tidak kebagian murid pada PPDB tahun ini.
Semua SMA negeri berlomba-lomba untuk merebutkan calon siswa. Untuk itu, Maryadi berupaya meminta kebijakan pemerintah. Ini tak lain agar kuota penerimaan siswa baru lebih proposional.
"Saya berharap peserta didik juga melihat sekolah swasta," kata Maryadi, Senin (1/7).
Pemerintah harusnya mapping mulai dari jumlah kelas yang ada sehingga proposional.
"Memang kita ini di swasta bukan lagi berpotensi gulung tikar, tapi kegulung dengan sendirinya," katanya.
Tahun lalu kemarin saja ada empat sekolah yang tutup, dan sekolah swasta yang gulung tikarpun ada di tahun ini.
Apabila berdasarkan izin operasional sekolah, kalau peserta didik di bawah 20 orang maka dilarang beroperasi sekolah tersebut.
20 Sekolah di Bandar Lampung Bakal Bangkrut
Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKSS) Bandar Lampung Maryadi Saputra mengatakan ada 43 sekolah SMA swasta yang akan berkompetisi.
Dari jumlah tersebut ada sekitar 20 sekolah yang berpotensi gulung tikar karena tidak kebagian murid pada PPDB tahun ini.
Semua SMA negeri berlomba-lomba untuk merebutkan calon siswa dan dirinya berupaya meminta kebijakan pemerintah.
Tak lain agar membuat kuota penerimaan agar lebih proposional. "Saya berharap peserta didik juga melihat sekolah swasta," katanya.
• 252 SMK Swasta di Lampung Minim Pendaftar PPDB
Pemerintah harusnya mapping mulai dari jumlah kelas yang ada sehingga proposional.
• 43 SMA Swasta di Bandar Lampung Berebut Siswa Gagal PPDB
"Memang kita ini diswasta ini bukan lagi berpotensi gulung tikar, tapi kegulung dengan sendirinya," kata Kepala SMA Gajah Mada Maryadi Saputra kepada Tribun Lampung, Senin (1/7)
Tahun lalu kemarin saja ada empat sekolah yang tutup, dan sekolah swasta yang gulung tikarpun ada di tahun ini.
Apabila berdasarkan izin operasional sekolah jika peserta didik dibawah 20 orang maka dilarang beroperasi sekolah tersebut.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)