Diduga Daging Ayam Busuk, Didin Temukan Cucunya Tewas dengan Terbungkus Seprai
Kematian FAN, bocah berusia delapan tahun, di kamar kontrakan di Kecamatan Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, meninggalkan misteri.
Diduga Daging Ayam Busuk, Didin Temukan Cucunya Tewas dengan Terbungkus Seprai
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BOGOR - Kematian FAN, bocah berusia delapan tahun, di kamar kontrakan di Kecamatan Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, meninggalkan misteri.
Hingga kini, belum diketahui penyebab meninggalnya siswa kelas 2 SD itu.
Namun, ada dugaan kematian FAN berkaitan dengan seorang penjual bubur yang menjadi tetangga kontrakannya.
Benarkah FAN dibunuh oleh penjual bubur yang masih berusia 16 tahun itu?
FAN dikabarkan menghilang pada Sabtu (29/6/2019).
Pencarian pun dilakukan dengan menyisir pinggiran sungai, kolam ikan, vila, dan sumur.
Namun, tak kunjung menemukan titik terang.
Usaha pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Selasa (2/7/2019) pukul 18.30 WIB.
Jasad FAN ditemukan tewas dalam kondisi terbungkus seprai warna biru di bak kamar mandi.
Kakek korban, Didin, mengaku curiga lantaran mencium bau tidak sedap dari dalam kamar kontrakan yang berada di lantai satu.
• Remaja Tewas Tergulung Ombak Saat Berenang di Pantai Kramat
• Para Anak Artis Ini Pernah Alami Kecelakaan Mobil, Ada yang Sampai Tewas Terbakar
Kamar itu dihuni oleh penjual bubur ayam bernama Yanto.
Ia sempat menduga bau tersebut adalah daging ayam yang mulai membusuk.
"Saya minta bantuan dengan 7 orang pintu ini didobrak karena ada curiga di kamar itu bau busuk dan dicari ternyata di bak mandi sudah dibungkus," kata Didin saat ditemui di Kecamatan Megamendung, Puncak, Bogor, Rabu (3/7/2019).
Didin menyebut, Yanto menghilang di hari menghilangnya FAN.
Kecurigaan keluarga pun mengarah ke tukang bubur tersebut karena tak kunjung pulang.
Padahal, biasanya sebelum siang, ia sudah berada di kontrakan.
"Sebelumnya saya curiga dengan yang kontrak tukang bubur ayam keliling sejak hari Sabtu orang itu pergi enggak bilang-bilang," terang dia.
Sementara itu, bibi korban, Nurma (25), menyebut, tukang bubur itu belakangan diketahui baru berusia 16 tahun.
Ia berasal dari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Ia menetap di kontrakan tersebut kurang lebih satu tahun.
"Infonya sih dia pendatang, dan pertama dia ngontrak sama kakak iparnya di sebelah sana. Kemudian dia pindah ke sini yang per bulannya seharga Rp 350 ribu," ungkap dia.
Jenazah FAN tiba sekitar pukul 13.00 WIB diiringi isak tangis keluarga.
• Mahasiswa yang Tewas Gantung Diri Tinggalkan Surat, Isinya Mengagetkan Orangtua
Tak lama kemudian, jenazah FAN dikebumikan di pemakaman umum tak jauh dari rumahnya.
Pihak keluarga meminta kepolisian agar pelaku cepat ditangkap dan mendapat hukuman yang setimpal.
Sejauh ini, kepolisian menyebut masih memburu pria diduga pelaku yang membunuh FAN.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan pelaku pun masih dalam pengejaran, dan saat ini sudah ada beberapa nama yang dicurigai," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bocah 8 Tahun Tewas di Bak Mandi, Kecurigaan Mengarah ke Penjual Bubur