Prof Edi Suwandi Beberkan 4 Kemampuan yang Harus Dimiliki Rektor

Bimtek yang diselenggarakan L2 Dikti Wilayah 2 ini ditujukan untuk memberikan kekuatan perguruan tinggi agar profesional dan berkualitas.

Prof Edi Suwandi Beberkan 4 Kemampuan yang Harus Dimiliki Rektor
Istimewa
Wakil Rektor 2 UM Metro Suyanto dan Sekretaris BPH UM Metro Agus Surandono mengikuti Bimtek Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi di Hotel Horison, Bandar Lampung, Kamis (4/7/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Wakil Rektor 2 bidang Keuangan dan Umum Suyanto bersama Sekretaris BPH UM Metro Agus Surandono mengikuti bimbingan teknis penguatan tata kelola perguruan tinggi di Hotel Horison, Bandar Lampung, Kamis-Jumat (4-5/7/2019).

Bimtek yang diselenggarakan L2 Dikti Wilayah 2 ini ditujukan untuk memberikan kekuatan perguruan tinggi agar profesional dan berkualitas.

Berbagai pemateri dihadirkan, termasuk Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof Edi Suwandi.

Dalam paparannya, Edi menerangkan, menjadi pemimpin perguruan tinggi tidaklah mudah karena harus memiliki empat kemampuan dasar kepemimpinan.

"Menjadi pemimpin perguruan tinggi itu harus memiliki kemampuan memimpin. Kemampuan ini ada yang harus melalui proses pengalaman dan pelatihan, ada juga karena terlahir sehingga dari kecil jiwa kepemimpinannya sudah terlihat. Selanjutnya, pemimpin itu harus memiliki komitmen baik pada kerjanya maupun komitmen dengan waktu, kemudian memiliki integritas dan terakhir memiliki kompetensi. Namun kompetensi ini tidak wajib, karena ia bisa dipelajari saat menjadi pemimpin," terangnya.

Rektor UII Yogyakarta ini juga menegaskan, pemimpin harus mampu menjadikan kampusnya berkualitas.

Mahasiswa PLP FKIP UM Metro Gagas Desa Wisata Bahasa

Mahasiswa UM Metro Juara 1 Lampung Army Tournament Season 2

"Kualitas bagi perguruan tinggi harus dikedepankan. Karena kualitas adalah nyawanya perguruan tinggi. Sebagai perguruan tinggi tidak hanya meluluskan mahasiswa, namun dapat menjadikan mereka bermanfaat khususnya bagi mereka dan masyarakat. Dan ini dapat diwujudkan karena kualitas yang dibentuk dari perguruan tinggi yang Bapak/Ibu pimpin," tukasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan dalam rangka mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dapat diawali dengan penguatan kualitas di program studi dengan berbagai program unggulan.

"Perguruan tinggi tidak harus unggul di semua program studi. Namun cukup satu atau dua program studi saja yang bapak pimpin memiliki program unggulan. Dua program studi inilah yang harus menjadi leading sehingga perguruan tinggi tersebut memiliki branding kuat di mata masyarakat," tegasnya.

Selain itu, menurutnya di era disruptif dewasa ini, pemimpin perguruan tinggi yang ideal adalah yang mampu membangun networking.

"Isu utama bidang akademik perguruan tinggi baik untuk menuju IAPS 4.0 atau pun IAPT 3.0 nya agar memiliki akreditasi unggul atau A+ sekarang ini harus memiliki program internasionalisasi. Bisa saja PT yang bapak pimpin terakreditasi A tanpa program internasionalisasinya. Namun saya katakan itu tidak akan mampu mencapai akreditasi A yang unggul. Karena akreditasi unggul dapat dicapai dengan akreditasi internasional min 5% dari program studi yang ada. Selanjutnya mahasiswa asing dan dosen tamu asing," kata dia.

"Makanya sebagai pemimpin perguruan tinggi wajib membangun networking. Karena pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang ketika ia menjabat, ia sering meninggalkan kursi kerjanya untuk keluar membangun jaringan baik di tingkat nasional maupun internasional," tandasnya. (*)

Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved