Tribun Bandar Lampung

Warga Keluhkan Pembuatan Paspor Lambat Sampai 15 Hari

Para pembuat jasa paspor mengeluhkan upgrade sistem di Kantor Imigrasi yang berdampak lambatnya penyelesaian paspor.

Warga Keluhkan Pembuatan Paspor Lambat Sampai 15 Hari
Tribunlampung.co.id/Deni
Beberapa warga mengurus dokumen permohonan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung, Senin (8/7/2019). 

Laporan Reporter Tribunlampung Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung berharap kepada masyarakat yang menggunakan layanan pembuatan jasa paspor untuk bersabar adanya keterlambatan penyelesaian paspor.

Hal ini dikarenakan adanya perubahan sistem versi satu ke versi dua pada layanan pembuatan paspor sehingga yang seharusnya tiga hari dapat selesai, saat ini menjadi sepuluh sampai lima belas hari.

Petugas Imigrasi pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena sistem terpusat di Jakarta. 

Terkait dengan hal ini, para pembuat jasa paspor mengeluhkan kebijakan yang diberikan oleh Kantor Imigrasi.

Pasalnya banyak pembuat jasa paspor yang harus datang ke negeri orang yang mayoritas untuk bekerja, dengan tempo waktu yang sudah ditentukan.

Seperti Sunaryo, Suswondo, dan Ahmad tiga orang pembuat jasa paspor asal Surabaya Kabupaten Lampung Timur yang hendak ke Negara Malaysia.

Pembuatan Paspor Lambat Dikeluhkan Masyarakat, Kantor Imigrasi Sebut Ada Perubahan Sistem

Mereka merasa proses upgrade sistem pada Kantor Imigrasi membuat mereka terlambat untuk bisa sampai dan bekerja di Malaysia.

"Kalau menurut saya sih agak lama ya, kalau bisa dipercepatlah jangan sampe 15 hari, Karena kami juga mau bekerja," kata Sunaryo di depan Kantor Imigrasi Senin (8/7/2019).

Selanjutnya Suswondo ikut mengomentari terkait dengan kebijakan yang telah di terapkan oleh Kantor Imigrasi.

"Kalau saya sih pinginnya paling lama 5-7 hari, kalau 15 hari itu terlalu lama, sedangkan kami disana sudah ada job," ujar suswondo.

"Kalau sampai 15 hari nanti kami dianggap menunda-nunda waktu untuk bekerja," imbuhnya.

Sementara Ahmad mengatakan hal senada dengan dua rekannya yang sama-sama hendak ke Malaysia dengan tujuan untuk bekerja.

(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Penulis: kiki adipratama
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved