Tribun Tanggamus

BPBD Imbau Warga Tanggamus Waspada Badai Eddy

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus mengimbau masyarakat waspada terhadap dampak badai Eddy yang saat ini masih berlangsung.

BPBD Imbau Warga Tanggamus Waspada Badai Eddy
TribunLampung/Tri Yulianto
Kondisi rumah Mardiah yang atap rumahnya rusak terbawa angin kencang. Secara total ada 11 rumah warga Dusun Paneongan, Pekon Kota Agung dan 1 SD rusak akibat angin kencang 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus mengimbau masyarakat waspada terhadap dampak badai Eddy yang saat ini masih berlangsung.

Adi Nugroho, Kabid Kedaruratan, BPBD Tanggamus menjelaskan, kondisi di Tanggamus terjadi angin dan hujan datang tiba-tiba dan cepat berakhir saat terjadi badai Eddy.

Itu terjadi di lokasi yang tidak pasti, begitupun waktunya.

"Untuk lokasi dan waktunya kami tidak bisa pastikan. Jadi kami imbau masyarakat waspada saja. Dan segera melaporkan saat ada bencana," ujar Nugroho, Selasa (9/7/2019).

Sidak Pasar Kota Agung, Sekda Soroti Masalah Kebersihan

Imbas kejadian itu tiga rumah terdampak badai tersebut di Dusun Paneongan Pekon Kota Agung, Kecamatan Kota Agung, Senin (8/7/2019) malam. Atap ketiga rumah tersebut rusak akibat hembusan angin kencang.

"Rumah yang rusaknya agak berat ada tiga, rumah lainnya juga ada rusak namun hanya kerusakan kecil. Beruntung akibat peristiwa ini tidak ada korban jiwa,” katanya.

Adi menambahkan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan dan mulai memperbaiki satu rumah yang atapnya rusak. Perbaikan di rumah lainnya akan menyusul berikutnya.

Plh Kapolsek Kota Agung Inspektur Dua Rudi Khisbiantoro, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto menjelaskan, ada empat rumah yang atapnya rusak yakni milik Mardiyah (50), Jonta (50), Bunyana (60), Hasbuna (65) dan SDN 1 Pekon Kota Agung.

"Kerusakan antara 30 persen hingga 60 persen," jelasnya.

Ongkos Transit Daerah Calon Haji Tanggamus Rp 2,44 Juta

Ia menambahkan, untuk kerusakan di rumah Mardiah berupa atap seng yang rusak 40 persen dari seluruh atap.

Kediaman Jonta berupa atap genting yang rusak 40 persen, atap rumah Bunyana material seng kerusakan 60 persen, atap rumah Hasbuna dengan material seng kerusakan 30 persen.

Sedangkan bangunan yang mengalami rusak ringan diSDN 1 Pekon Kota Agung. Kerusakan berupa dua lembar seng. Kemudian atap rumah Nazirwan, Kasbul, Akbar atau Lia, Dulmanan, Samsurizal, Rohyan dan Sumiati.

Jonta, salah satu pemilik rumah menerangkan, kejadian sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu hujan deras dan dirinya sedang menonton televisi. 

"Waktu hujan itu ada suara gemuruh di atap rumah. Pas saya lihat, gentingnya sudah jatuh," katanya. (*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved