Ingat Kembar Siam Dempet Kepala yang Dipisahkan? Yuliani dan Yuliana Kini Jadi Dokter dan Doktor

Ingat Kembar Siam Dempet Kepala yang Dipisahkan? Yuliani dan Yuliana Kini Jadi Dokter dan Doktor

Ingat Kembar Siam Dempet Kepala yang Dipisahkan? Yuliani dan Yuliana Kini Jadi Dokter dan Doktor
Grid.id
Kisah kembar siam dempet kepala Yuliana dan Yuliani. Sekarang Sudah menjadi Dokter Dan Doktor 

Melansir Mayo Clinic, kembar kraniopagus berbagi sebagian dari tengkorak, tetapi otak mereka biasanya terpisah, meskipun mereka mungkin berbagi beberapa jaringan otak.

Kisah Yuliana-Yuliani ini cukup mendebarkan secara nasional, khususnya bagi dunia kedokteran Indonesia.

Pada usia 2 bulan 21 hari, tepatnya pada 21 Oktober 1987, Yuliana dan Yuliani mencetak sejarah menjadi kembar siam pertama di Indonesia yang berhasil dipisahkan di Indonesia oleh dokter Indonesia.

Berkat upaya keras yang dilakukan tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta yang dipimpin Prof dr Padmosantjojo, Yuliana dan Yuliani bisa dipisahkan serta hidup normal.

Operasi pemisahan adalah prosedur elektif yang dilakukan 2-4 bulan setelah kelahiran.

Kadang-kadang pemisahan darurat mungkin diperlukan jika salah satu dari si kembar meninggal, mengembangkan kondisi yang mengancam jiwa atau mengancam kelangsungan hidup kembar lainnya.

Banyak faktor kompleks yang harus dipertimbangkan sebagai bagian dari keputusan untuk menjalani operasi pemisahan. 

Menurut catatan Children’s Hospital of Philadelphia , spesialis yang terlibat dalam perawatan operasi ini kemungkinan akan mencakup ahli neonatologi, ahli bedah, ahli jantung, perawat praktik lanjutan dan spesialis kedokteran ibu-janin.

Salah satu dari banyak prosedur yang diperlukan untuk mempersiapkan bayi kembar untuk pemisahan adalah penyisipan pembesar jaringan untuk meningkatkan permukaan kulit yang tersedia untuk menutupi jaringan yang terpapar setelah operasi.

Ketika kembar yang terpisah pulih setelah operasi, mereka diikuti oleh ahli gizi, dokter anak perkembangan dan spesialis lainnya untuk memastikan kemampuan mereka untuk berkembang dan tumbuh.

Bahkan dr Padmosantjojo juga dikabarkan mengangkat kedua bayi kembar siam ini sebagai anaknya.

Beruntungnya, kembar siam Yuliana Yuliani ini merasakan kehidupan yang normal dan bersyukur setelah menjalani operai pemisahan tersebut.

"Kami tidak merasa aneh, justru kami malah bangga. Maksudnya begini, dari situ kami tahu, 'oh kita itu sudah dikaish karunia yang sudah cukup luar biasa'.

Halaman
123
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved