Nining Guru SD di Banten Rela Tinggal di Samping WC Bersama Suami dan 2 Anak, Ini Penyebabnya
Nining Suryani (44) Guru honorer di SDN Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, itu terpaksa memutuskan tinggal di WC sekolah
Penulis: Romi Rinando | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID — Guru merupakan profesi mulia, karena salahsatu tugas utamanya mendidik generasi bangsa, untuk menjadi manusia cerdas dan yang berguna bagi agama nusa dan bangsa Indonesia.
Namun terkadang profesi mulia dengan beban yang berat tidak sebanding dengan penghasilan yang mereka dapatkan.
Tidak sedikit guru khusunya guru honer yang kehidupan sehari-harinya begitu miris, karena pendapatan mereka sangat kecil.
Salahsatunya dialami Nining Suryani (44) Guru honorer di SDN Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, itu terpaksa memutuskan tinggal di WC sekolah karena tidak punya rumah.
WC tersebut berada di lingkungan sekolah dan sehari-hari masih dipakai oleh guru dan siswa. Oleh Nining dan suaminya, Ebi Suhaebi (46), sebagian WC tersebut lalu dimodifikasi.
• Viral Ibu Guru Cucikan Pakaian Muridnya hingga Jadi Olok-olok Guru Lain, Ternyata Ini yang Terjadi
• Foto Bugil Jadi Petunjuk Adanya Hubungan Badan Bu Guru Cantik dengan Muridnya
• Live Streaming Vidio.com Arema FC vs Perseru Badak Lampung FC 16 Juli 2019 Jam 18.30 WIB
Mereka lalu menambah ruangan lain di sebelahnya untuk kamar dan tempatnya berjualan jajanan sekolah. "Bekas WC jadi tempat masak, kalau tidur di samping WC, ada ruangan dibangun bantuan dari kepala sekolah," kata Nining di SDN Karyabuana 3, Cigeulis, Senin (15/7/2019).
Menurut Nining, semua berawal saat rumahnya roboh karena lapuk.
Lantaran tidak ada pilihan lain, dia meminta izin pihak sekolah menggunakan WC sekolah untuk tinggal sementara.
Awalnya, pihak sekolah sempat melarang, tetapi akhirnya mengizinkan lantaran tidak ada lagi tempat untuk Nining dan keluarga tinggal.
"Kepala sekolah membantu belikan kayu, saya dan suami yang bangun. Alhamdulillah bisa nyaman tinggal di sini," ujar dia.
Bergaji Rp 350.000 per bulan Nining mengaku tidak bisa menyewa rumah dengan kondisi keuangan yang minim.
Gaji sebagai guru honorer sebesar Rp 350.000 tidak cukup untuk menyewa rumah.
Bahkan, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saja masih kurang. Sementara itu, suaminya hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
"Gaji saya sebagai guru hanya Rp 350.000, cair tiga bulan sekali," kata ibu beranak dua ini. Kedua anaknya hanya pulang sesekali.
Anak pertamanya kerja di Jakarta, sedangkan yang kedua bersekolah di MTs sekitar 40 km dari Cigeulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/nining-guru-sd-di-banten-tinggal-di-samping-wc.jpg)