Menyamar Jadi Emak-emak Pakai Daster dan Hijab Naik Motor, Seorang Polisi Ringkus 3 Begal Sekaligus
Guna menangkap begal, polisi menyamar menjadi emak-emak dengan mengenakan daster dan hijab serta masker.
Dengan mengajak polwan cantik bernama Bripda Mira Indah Cahyani, mereka menyamar jadi PSK seksi.
Penyamaran tingkat tinggi itu untuk menyasar warung kopi yang ada di Dukuh Rames, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa.
Berikut, kisah dua orang polwan menyamar jadi PSK seksi untuk membongkar kasus perdagangan perempuan sebagaimana dilansir Intisari.Grid.ID.
Warung Kopi Kuro-Kuro
Sepekan sebelum melakukan penggerebekan ke Warung Kopi Kuro-Kuro, AKP Rochana Sulistyaningrum bergerak sendiri menelusuri bisnis esek-esek terselubung itu.
Dengan mengendarai sepeda motor, Rochana yang berpakaian preman mulai bertanya-tanya kepada warga sekitar.
Ia mulai bercengkerama dengan orang yang ada di dalam Warung Kopi Kuro-Kuro.
Bangunan yang dijadikan sebagai modus warung kopi tersebut, bagian depannya digunakan untuk jualan kopi dan makanan.
Warga hanya tahu itu warung kopi.
Pemiliknya cukup rapi mengelabui karena hanya orang tertentu yang bisa menikmati bisnis esek-eseknya tersebut.
Sehari sebelum penyergapan, wanita berhijab itu memutuskan untuk menyamar, supaya bisa bercengkerama dengan orang yang ada di dalam Warung Kopi Kuro-Kuro.
Untuk memuluskan penyamarannya itu, ia lantas mempercantik diri serta mengajak seorang anggotanya, Bripda Mira Indah Cahyani (21).
"Mira, kamu jangan pulang dulu, nanti malam ada kegiatan. Tolong kamu jangan bilang anggota lain. Sore ini saya mandi di kantor dan selanjutnya antar saya ke salon," ujar Rochana saat itu kepada Mira.
Rochana kemudian menyampaikan perihal rencana penyamaran itu kepada Mira.
Dengan membonceng Mira mengendarai motor matik, mereka selanjutnya berangkat menuju salon di wilayah Pati.