GIIAS 2019

Resmi Diluncurkan, Suzuki Jimny Dibanderol Mulai Rp 315,5 Juta

Setelah sekian lama diperkenalkan, akhirnya konsumen Tanah Air bisa memiliki Suzuki Jimny.

Penulis: Daniel Tri Hardanto | Editor: Reny Fitriani
Ist
Peluncuran Suzuki Jimny di arena GIIAS 2019 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis, 18 Juli 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Setelah sekian lama diperkenalkan, akhirnya konsumen Tanah Air bisa memiliki Suzuki Jimny.

Secara resmi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membuka penjualan Suzuki Jimny yang ditandai dengan peluncurannya dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis, 18 Juli 2019.

Suzuki Jimny generasi keempat ini ditawarkan dengan dua versi warna, yakni single tone dan two tone.

Pilihan warna single tone terdiri dari super white, silky metallic, medium grey, bluish black pearl 3, dan jungle green.

Sementara warna two tone meliputi kinetic yellow + bluish pearl, brisk blue metallic + bluish black pearl, chiffon ivory metallic + bluish black pearl.

Untuk harganya, Jimny varian single tone MT dibanderol Rp 315,5 juta, varian two tone MT Rp 317,5 juta, single tone AT Rp 328 juta, dan two tone AT Rp 330 juta.

Semuanya harga untuk on the road (OTR) Jakarta.

Banyak yang beranggapan banderol Suzuki Jimny terlalu mahal.

Direktur Pemasaran 4W PT SIS Donny Saputra memberikan alasan.

Donny menjelaskan, harga Jimny ditetapkan setelah melalui penghitungan matang.

Salah satu alasan harga Jimny mahal adalah karena diimpor dari Jepang, sehingga dikenai pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 30 persen.

"Kena PPnBM 30 persen. Kami berharap harga tersebut tetap value for money untuk konsumen kami," kata Donny di sela peluncuran Suzuki Jimny di arena GIIAS 2019.

Menurut dia, harga tersebut cukup rasional, mengingat spesifikasi yang ditawarkan serta resale value-nya masih cukup terjaga.

Untuk membuat harganya lebih terjangkau, Suzuki Jimny harus diproduksi di dalam negeri.
Donny mengaku PT SIS masih membahas kemungkinan tersebut.

"Saat ini kami masih berkomunikasi secara intensif dengan prinsipal. Diharapkan kami bisa memproduksi lokal nantinya. Tapi saat ini belum bisa," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved