Tribun Bandar Lampung

Dampak PPDB Sistem Zonasi, SMK Penerbangan Raden Intan Bandar Lampung Hanya Dapat 32 Siswa Baru

Penerapan program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi dianggap menjadi ancaman bagi beberapa sekolah di Bandar Lampung.

Dampak PPDB Sistem Zonasi, SMK Penerbangan Raden Intan Bandar Lampung Hanya Dapat 32 Siswa Baru
Warta Kota
Ilustrasi PPDB. Dampak PPDB Zonasi, banyak sekolah swasta yang minim peminat. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Penerapan program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi dianggap menjadi ancaman bagi beberapa sekolah di Bandar Lampung.

Salah satunya di SMA Wijaya yang hanya mendapat 12 siswa.

Namun hal ini berbeda dengan SMK Penerbangan Raden Intan yang masih bertahan, meskipun adanya aturan zonasi.

Kepala SMK Penerbangan Raden Intan Bandar Lampung, Suprihatin mengatakan, pihaknya menerima Peserta Didik Baru tahun ini sebanyak 32 orang.

"Kelas X ada satu kelas, siswanya 32," ungkapnya, Senin 22 Juli 2019.

Meski demikian, menanggapi sistem zonasi ini, Suprihatin menganggap pemerintah belum siap.

"Intinya pemerintah belum siap untuk sistem zonasi, mungkin di daerah tertentu nah itu boleh. Karena pemerataan akses pendidikan itu masing-masing berbeda," terangnya.

"Sementara sebagai orang tua atau minimal peserta didik pengen mencari (sekolah) yang terbaik, dan belum tentu wilayah dan zonasinya mendapatkan sekolah yang bagus menurut pandangan mereka," imbuhnya.

Disdik Pringsewu Janji Fasilitasi 60 Lulusan SD Panggungrejo yang Tak Lulus PPDB Lewat Jalur Zonasi

Suprihati mencontohkan, warga Kedaton ingin menyekolahkan anaknya di SMA 2, namun karena zonasi tidak bisa.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved