Tribun Bandar Lampung

Kurangi Arus Kemacetan Akibat Babaranjang, Rencana Pengerjaan Longcut Terus Dikebut

Perencanaan pengerjaan longcut untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di dalam kota akibat perlintasan keretaapi terus dikejar.

Kurangi Arus Kemacetan Akibat Babaranjang, Rencana Pengerjaan Longcut Terus Dikebut
Tribunlampung.co.id/Eka
Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jalur Kereta Api Shortcut Tegineneng-KM.3 Tarahan, Stasiun Kereta Api Bandara, dan Skybridge oleh Pemerintah Provinsi Lampung di Ruang Rapat PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Jl. Teuku Umar, No. 23, Bandar Lampung, Senin (22/7/2019). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perencanaan pengerjaan longcut untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di dalam kota akibat perlintasan keretaapi terus dikejar.

Hal tersebut terungkap dalam acara Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jalur Kereta Api Shortcut Tegineneng-KM.3 Tarahan, Stasiun Kereta Api Bandara, dan Skybridge oleh Pemerintah Provinsi Lampung di Ruang Rapat PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Jl. Teuku Umar, No. 23, Bandar Lampung, Senin (22/7/2019).

"Itu (kereta bandara) kan jangka panjang dan sambil menunggu itu pak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah berkenan mempertimbangkan adanya longcut dari Tegineneng-KM.3 Tarahan," tutur Bambang S, Plt. Kadishub Provinsi Lampung seusai acara.

Menurutnya, dasar longcut itu harus dibangun karena sudah menjadi amanah bahwa kota Bandar Lampung sumber kemacetan disebutkan ada sebanyak 13 titik persimpangan.

"Kalau kereta batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) lewat dalam kota maka memakan waktu setidaknya sekitar 8-10 menit bahkan kadang lebih," ungkapnya.

Ia menjelaskan saat ini baru produksi sejumlah 19 juta ton akan bergerak nanti ke 25 juta ton dan nanti akan bergerak lagi ke 45 juta ton.

"Sekarang sudah 20 juta ton saja sudah 42 gerakan. Berarti 1 hari bisa berapa jam dibagi 24 jam dan setiap berapa menit ada dan bagaimana kalau nanti sampai ke 45 juta ton," tuturnya.

Maka hal tersebut yang diantisipasi juga sehingga sejalan dengan kereta bandara agar ada longcut dari Tegineneng tersebut.

"Makanya sebenarnya sinkron antara kereta bandara dengan longcut karena kereta bandara tidak dapat dijalankan sebelum adanya pembangunan shortcut karena frekuensinya sudah tinggi lagi," paparnya.

(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved