Digadang-gadang Jadi Cagub DKI Jakarta, Ini Respons Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Digadang-gadang Jadi Cagub DKI Jakarta, Ini Respons Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Digadang-gadang Jadi Cagub DKI Jakarta, Ini Respons Tri Rismaharini.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dinilai sebagai salah satu kepala daerah terbaik yang ada saat ini.
Risma terkenal dengan sikap tegasnya.
Risma tak segan-segan memarahi bawahannya yang dinilai tidak becus dalam bekerja melayani rakyat.
Kini masa jabatan Risma sebagai Wali Kota Surabaya akan segera tamat di tahun 2020.
Banyak yang menyebut Risma akan ditarik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai menteri.
Namun ada juga yang beranggapan Risma cocok memimpin DKI Jakarta.
Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menilai, Risma telah berhasil mengelola Kota Surabaya.
Ia pun secara terang-terangan tertarik untuk memboyong Risma ke Jakarta pada Pilkada DKI Jakarta 2020 mendatang.
Hal itu ia disampaikan Bestari saat studi banding DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah dengan konsep ITF (intermediate treatment facility) di Ruang Sidang Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Senin (29/7/2019).
"Apakah Ibu Risma mau kita boyong ke Jakarta dalam waktu dekat? Masalah sampah ini bisa terselesaikan kalau di pilkada yang akan datang Bu Risma pindah ke Jakarta," kata Bestari, Senin.
Saat ditemui di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Selasa (30/7/2019), wartawan bertanya kepada Walikota Risma soal peluang dan kemungkinan akan turut meramaikan Pilkada DKI Jakarta 2022 mendatang.
"Bagaimana dengan tawaran kepada Bu Risma untuk maju di Pilkada DKI Jakarta tahun 2022?" tanya wartawan.
Risma tidak langsung menjawab.
Ia kemudian menyampaikan bahwa Pilkada DKI Jakarta 2022 masih sangat lama.
"Belum tahu, wong (orang) masih lama kok," kata Risma sambil tersenyum.
• Jarang Diketahui Publik, Inilah Sosok Suami Walikota Tri Rismaharini yang Aksi Sujudnya Bikin Geger
Tidak puas dengan jawaban Risma, wartawan kemudian mencoba bertanya lagi.
"Selain ditawari di Pilkada DKI Jakarta, apa ada tawaran lain untuk menjadi menteri?" tanya wartawan lagi.
Risma kemudian membalas pertanyaan wartawan dengan candaan dan meninggalkan awak media untuk melihat satwa di Kebun Binatang Surabaya.
"Siapa yang nawari? Seng nawari awakmu? Awakmu toh. (Siapa yang menawarkan? Yang nawarkan kamu? Kamu kan)," ujar Risma terkekeh.
Kader PDI-P itu sudah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode.
Ia menjabat wali kota pertama kali pada periode 2010-2015 dan terpilih kembali sebagai wali kota untuk periode 2016-2021.
Saran Risma untuk Jakarta
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan saran untuk pengelolaan sampah di DKI Jakarta yang sudah sangat mengkhawatirkan.
Risma mengatakan, sebelumnya dia diberitahu bahwa sampah di Jakarta mencapai 7.500 ton, sedangkan TPA tidak cukup menampung sampah sebanyak itu.
Karena itu, saat kunjungan kerja DPRD Provinsi DKI Jakarta ke Surabaya, Risma menyampaikan agar pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) bisa dipercepat.
Terlebih, DKI Jakarta memiliki anggaran yang melimpah.
Jika anggaran pengelolaan sampah di Surabaya hanya Rp 30 miliar, Jakarta memiliki anggaran yang lebih besar untuk pengelolaan sampah, yakni Rp 3,7 triliun.
"Makanya kemarin saya ngomong, itu (pembangunan TPA) harus dipercepat dan mereka (Pemprov DKI Jakarta) punya uang, sehingga tidak ada alasan tidak bisa. Mereka punya uang, SILPA-nya Rp 17 triliun sampai Rp 20 triliun," tutur Risma, Selasa (30/7/2019).
Risma menilai, apabila anggaran itu bisa dipakai, Pemprov DKI Jakarta tidak perlu lagi melakukan investasi untuk tendernya.
DKI Jakarta bisa langsung menggunakan APBD saja.
"Dua tahun sudah bisa banyak asing itu, dari negara-negara luar sudah banyak bisa menyiapkan fabrikasi (pembangunan sesuatu) untuk itu. Karena kalau enggak cepat, medeni (manakutkan) ini. Coba bayangin sampah (Jakarta) segitu banyak," katanya.
Risma di mata pengamat
Pengamat politik menilai, Risma dapat menjadi sosok potensial maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2022 mendatang.
Sebelumnya, pasca kunjungan kerja anggota DPRD DKI Jakarta yang melakukan studi banding ke Pemkot Surabaya dalam hal pengelolaan sampah menjadi perbincangan ramai.
Apalagi, satu legislator yang juga ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus mengatakan, Risma bisa jadi sosok mengejutkan dalam pertarungan merebut DKI 1 dalam Pilkada 2022 mendatang dengan pengalamannya menangani persoalan sampah di Kota Surabaya.
"Kita menunggu Bu Risma di Jakarta," ucap Bestari, Senin (29/7/2019).
Menanggapi hal itu, Pengamat politik dan Peneliti SSC, Surokim Abdussalam mengatakan, Risma memang telah memiliki modal untuk maju dalam Pilgub DKI mendatang, apalagi track record Risma selama mempimpin Kota Surabaya, banyak diakui oleh sejumlah kalangan.
"Bu risma potensial memberi kejutan di Pilkada DKI, DKI Jakarta sendiri relatif lebih kompleks tantangannya pemimpin dengan tipikal pekerja keras, lugas, bervisi lingkungan dan equal dalam layanan publik cocok untuk kebutuhan Jakarta," ucap Surokim, Selasa (30/7/2019).
Apalagi lanjut Surokim, sejauh ini pemilih di Kota metropolitan relatif lebih rasional dan punya kecenderungan melihat kinerja sebagai pertimbangan utama.
"Menurut saya Risma punya nilai plus sebagai pekerja keras dan lugas kadang tanpa kompromi untuk hal-hal yg kritis itu diperlukan untuk Jakarta," sambungnya.
Risma yang telah dua periode menangani berbagai persoalan di Kota Surabaya, dirasa telah cukup bukti untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan Risma.
Sejauh pengamatan pihaknya, lanjut Surokim, Risma relatif menonjol dalam penanganan lingkungan, dan hal itu bisa jadi menjawab tantangan di Jakarta.
"Risma relatif menonjol dalam penanganan lingkungan itu tentu amat dibutuhkan Jakarta," tutup Surokim.
Sulit tergantikan
Kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini disebut sulit tergantikan. Komunitas Millenial Peduli Indonesia (Kompi) Surabaya menyatakan dua hal utama mutlak harus dipenuhi bagicalon penerus Risma.
Sebagaimana diketahui, tahun 2020 mendatang, Wali Kota Surabaya, Risma akan purna dari tugasnya, bursa nama pengganti Risma kian memanas.
Wakil Ketua umum Komunitas Millenial Peduli Indonesia (Kompi) Surabaya, Dedy Mahendra mengatakan, kepemimpinan Risma bagi masyarakat Surabaya sulit tergantikan.
Hal itu karena sederet prestasi yang telah ditorehkan Risma baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional, tak banyak ditorehkan pemimpin lainnya.
Namun setidaknya, penerus Risma kelak, harus konsen kepada dua hal utama untuk merebut hati masyarakat Surabaya.
"Pertama, harus bisa mengoptimalkan program Bu Risma sebelumnya, contohnya pembangunan infrastruktur," ujarnya di Surabaya, Jumat (5/7/2019).
Pembangunan infrastruktur itu, meliputi bidang transportasi hingga pengelolaan lingkungan dan lain-lain yang ditelah digenjot Risma selama memimpin Kota Surabaya dua periode.
Selain itu, ucapnya, penerus Risma kelak harus memperhatikan public service, sebagai wujud pelayanan yang prima kepada masyarakat.
"Pembangunan sumber daya manusia, pembangunan pendidikan dan pembangunan fasilitas publik, juga kesehatan," tambahnya.
Saat ditanya, tokoh potensial yang mampu meneruskan kepemimpinan Risma itu, ia mengatakan masih terus melakukan kajian bersama rekan-rekannya di internal Kompi Surabaya.
Hingga saat ini, pihaknya masih mendapati hasil kajian, yang menyebutkan bahwa kalangan akademisi dan birokrat berpeluang besar mendapat dukungan yang besar dalam pertarungan merebut kursi Wali Kota Surabaya 2020 mendatang.
"Namun tidak menutup kemungkinan rekan-rekan politisi juga bisa masuk," tutupnya. (Surya.co.id)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul "Sambil Senyum, Bu Risma Jawab Tawaran Maju di Pilkada DKI Jakarta 2022, Tanda Setuju?"