Bareskrim Polri: Kegiatan Wisata di Pulau Tegal Mas Tidak Ditutup

Pejabat dari Bareskrim Polri mengatakan, wisata Tegal Mas tidak ditutup, hanya reklamasi yang dihentikan.

Bareskrim Polri: Kegiatan Wisata di Pulau Tegal Mas Tidak Ditutup
TRIBUN LAMPUNG/HANIF MUSTAFA
Plang pengumuman yang dipasang oleh Tim Gabungan di Dermaga Marita kawasan Sari Ringgung, Selasa (6/8/2019), berupa larangan melakukan kegiatan dalam areal dimaksud terkait proses reklamasi. Kegiatan nelayan dan perahu tetap diperbolehkan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Pejabat dari Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri), menegaskan, kedatangan tim gabungan ke Pulau Tegal Mas, Selasa (6/8/2019), bukan untuk menutup usawa wisata Tegal Mas di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Tim datang dan memasang plang di dua tempat, yakni di Dermaga Marita kawasan Sari Ringgung dan di salah satu bagian dari Pulau Tegal Mas, untuk menegaskan bahwa tak boleh lagi ada kegiatan reklamasi di lokasi yang ditempati plang pengumuman tersebut.

KaroKepala Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetyo Utomo.
KaroKepala Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetyo Utomo. (TRIBUN LAMPUNG/HANIF MUSTAFA)

"Jadi, usaha parisiwata Tegal Mas silakan berjalan, kami tidak menutup atau menghentikan. Yang kami hentikan kegiatan reklamasi di dua tempat tersebut," kata Kepala Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetyo Utomo, dalam wawancara khusus dengan Tribun, Selasa siang.

Informasi yang sempat beredar luas di masyarakat menyebutkan, KPK bersama tim gabungan dari BPN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan memasang plang tanda ditutupnya aktivitas usaha Tegal Mas.

Menurut Prasetyo, di Dermaga Marita, tim memang memasang plang sebagai peringatan bahwa di lokasi tersebut tidak boleh ada kegiatan apapun terkait reklamasi. 

"Tapi, untuk aktivitas perahu dan nelayan di kawasan tersebut, kami tidak larang. Yang dilarang adalah kegiatan reklamasi misalnya penimbunan atau penggalian," jelasnya.

Kemudian, di Pulau Tegal Mas, tim juga memasang plang pengumuman di bagian lain pulau. Pemasangan plang itu juga dimaksudkan tidak boleh ada kegiatan apapun di lokasi yang diduga hasil reklamasi seluas 0,5 hektare.

"Jadi, pemasangan plang tidak terkait dengan aktivitas usaha pariwisata yang dikelola Tegal Mas," ujarnya.

Pantauan Tribun di Lapangan, Dermaga Marita sebelumnya dijadikan lokasi penyeberangan ke wisata Tegal Mas. Di lokasi tersebut terdapat timbunan yang menjorok ke laut. 

Sesuai penegasan Prasetyo, yang dilarang adalah kegiatan terkait reklamasi di tempat tersebut. Dengan demikian, aktivitas nelayan yang menggunakan perahu menyeberangkan pengunjung ke Tegal Mas tidak dilarang.

Sedangkan di Tegal Mas, sesuai pantauan Tribun, lokasi yang dipasangi plang larangan terkait reklamasi berada jauh di belakang tempat wisata.

Di lokasi pemasangan plang itu, dilarang melakukan kegiatan apapun terkait reklamasi. Sedangkan aktivitas wisata di bagian depan pulau di mana terdapat cottage dan villa terapung tidak mendapat larangan apapun.

(tribunlampung.co.id/hanif mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Andi Asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved