Pasca Kekalahan Persija Jakarta dari PSM Makassar, Sekelompok Suporter Serang Kafe
Pasca Kekalahan Persija Jakarta dari PSM Makassar, Sekelompok Suporter Serang Kafe.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pasca Kekalahan Persija Jakarta dari PSM Makassar, Sekelompok Suporter Serang Kafe.
Pertandingan Final Piala Indonesia 2018 antara PSM Makassar vs Persija Jakarta berakhir.
Pada pertandingan itu, PSM Makassar mampu mengatasi perlawanan Persija Jakarta dengan skor 2-0.
Dihitung secara agregat, PSM Makassar unggul 2-1 atas Persija Jakarta.
Pada pertandingan final Piala Indonesia 2018 itu, suporter PSM Makassar menggelar nonton bareng di Kafe Komandan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Nonton bareng itu berakhir rusuh.
Kafe Komandan yang berada di kawasan Tebet tiba-tiba diserang oleh sekelompok oknum usai suporter PSM Makassar melakukan nonton bareng laga final Piala Indonesia PSM vs Persija di kafe terebut, Selasa (6/8/2019).
Dari pantauan Tribunnews, sebuah mobil dan beberapa kedaraan sepeda motor terlihat rusak akibat lemparan batu.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar yang datang langsung ke lolasi kejadian untuk menyelesaikan masalah ini pun terlihat bekerja ekstra.
Beberapa kali, Indra Jafar terdengar berteriak untuk menenangkan suporter PSM Makassar.
“Semua tenang dulu. Di sini ikut arahan saya,” teriak lantangnya.
Setelah itu, ia terlihat berbincang dengan perwakilan suporter PSM Makassar. Sekitar pukul 20.30, sekitar 30 suporter pun diarahkan untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
Usai menyelesaikan masalah tersebut, Indra Jafar langsung memberikan statement kepada media. Ia pun menceritakan bagaimana penyerangan ini terjadi.
“Jadi tepatnya tadi sore untuk kafe komandan ini dijadikan tempat untuk nonton bareng khusunya suporter PSM. Memang mereka tidak melaporkan kepada kita, tapi dari pihak kepolisian sudah melakukan antisipasi. Melakukan penjagaan di tempat itu,”
“Namun karena tempatnya terbuka ketika selesai pertandingan, dan salah satu ada yang menang dari pihak PSM di dalam itu ada yang berjoget-joget, dan ada dari diduga suporter Persija yang melintas itu melihat dan melakukan pelemparan,” kata Indra Jafar.
Kejadian yang terjadi sekitar 10 menit itu pun dikatakan Indra Jafar berhasil dihalau pihak kepolisian dengan menembakan gas air mata.
“Kemudian kepolisian melakukan langkah-langkah dengan menembakan gas air mata, agar sekumpulan orang itu bisa membubarkan diri. Setelah pergi, tapi dari suporter PSM sempat maju, keluar sehingga memancing suporter yang melintas,” jelasnya.
Setelah kepolisian melakukan peleraian yang dibantu oleh warga sekitar, Indra pun meminta kepada 30 suporter PSM untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
Dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kembali terjadi, Polres Jakarta Selatan dibantu dengan beberapa Polsek pun akan melakukan Patroli.
“Alhamdulillah setelah kondusif kita mencoba melakukan langkah-langkah dengan mengevakuasi suporter tersebut, baru saja kita lihat mereka sudah pergi dan kami jamin keamanannya mereka, suporter PSM,“
“Ya, yang jelas di sekitar tempat ini kita libatkan beberapa polsek yang sifatnya rayonisasi. Kita lakukan penempatan kendaraan patroli termasuk petugas-petugas kita amankan sepanjang jalan ini untuk melakukan antisipasi,” pungkasnya.
PSM Juara
PSM Makassar secara mengejutkan mampu mengalahkan Persija Jakarta pada final leg kedua Piala Indonesia 2018.
PSM Makassar akhirnya memastikan diri sebagai juara Piala Indonesia setelah menaklukkan Persija Jakarta, Selasa (6/8/2019).
Bertanding di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, skuat Juku Eja berhasil mengungguli Persija Jakarta dengan skor 2-0.
Hasil tersebut sudah cukup untuk membawa PSM Makassar meraih gelar juara Piala Indonesia 2018 dengan agregat 2-1.
Gol pertama PSM Makassar lahir dari sundulan Aaron Evans pada menit ketiga.
Dalam prosesnya, gol Aaron Evans bermula dari sepak pojok Wiljan Pluim.
Bek asal Australia itu melompat tinggi kemudian dengan sigap menyambar tendangan sudut Wiljan Pluim dengan sundulan.
Bola yang disundul Aaron Evans pun bersarang di gawang Persija setelah tak mampu diantisipasi Andritany Ardhiyasa.
Tertinggal satu bola, Persija Jakarta mencoba memberi tekanan kepada tim tuan rumah.
Namun, skuat Macan Kemayoran justru mendapat petaka lantaran harus bermain dengan 10 pemain.
Gelandang Persija, Sandi Sute, melakukan pelanggaran kepada Wiljan Pluim yang membuat wasit mengeluarkan kartu kuning kedua.
Hingga babak pertama berakhir, PSM Makassar masih memimpin pertandingan dengan skor 1-0.
Memasuki babak kedua, skuat Juku Eja ternyata lebih cepat memberi tekanan.
Tim tuan rumah menambah keunggulan ketika babak kedua baru berjalan empat menit.
Kali ini, gol cepat PSM lahir dari kerja sepakan Zulham Zamrun yang memanfaatkan assist Aaron Evans.
Gelandang berusia 31 tahun itu menyambut umpan lambung Aaron Evans dengan sempurna.
Zulham langsung melakukan sundulan di depan gawang Persija yang dikawal Andritany.
Sundulan Zulham pun membuat bola bersarang di gawang Persija dan menambah angka untuk PSM Makassar.
Bambang Pamungkas dan Ramdani Lestaluhu yang diturunkan pada babak kedua ternyata tak mampu mengubah kedudukan.
Hingga peluit akhir pertandingan babak kedua berbunyi, kedua tim sama-sama tidak menciptakan gol tambahan.
Alhasil, PSM Makassar unggul atas Persija Jakarta dengan skor akhir 2-0. (Tribunnews.com/Bolastylo.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Ini Kronologi Penyerangan Kafe Komandan Pasca Nobar Final Piala Indonesia PSM vs Persija Jakarta"