Komet Lampung: Tak Ada Unsur Judi di Lomba Merpati, Ini Penjelasan Lengkapnya

Komet Lampung: Tak Ada Unsur Judi di Lomba Merpati, Ini Penjelasan Lengkapnya

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Safruddin
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Pengurus Komet Lampung foto bersama seusai memberikan klarifikasi pemberitaan "Judi Merpati hingga Rp 30 Juta", Jumat (9/8/2019). Komet memastikan setiap lomba yang digelar ada izin kepolisian. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDR LAMPUNG  - Komunitas Merpati Tinggi (Komet) Lampung membantah jika setiap event (kolongan) yang digelar dalam lingkup komunitas merpati  ada unsur  judi.

Menurut Ketua Komet Lampung Septa Prima saat ditemui Tribun Lampung di Warung Mie Aceh Way Halim, Kamis (9/8/2019), setiap lomba yang digelar bukanlah judi.

Komunitas ini yang memang penghobi burung dara (merpati) sudah terstruktur mulai dari ada pengurusnya secara resmi.

Apalagi ada juga peraturan dan tata cara bermain  di mana cara mainnya belum dipahami oleh semua orang.

"Jadi mulai dari sistem perlombaan ini kami selalu memposting undangan dan ada jumlah hadiahnya juga," kata Septa.

Septa menegaskan tidak ada judi, karena memang event ini adalah lomba. Ada babak penyisihan dan sampai menjadi pemenangnya.

Lalu setiap ada event juga panitia patuh dengan hukum dengan menyertakan permohonan izin dari pihak kepolisian.

Memang kalau even skala nasional izinya langsung ke Polresta, jadi semuanya itu tidak ada unsur judinya.

Harus menyiapkan dari donatur setelah lomba pemenang dan bukan berarti sudah dipersiapkan.

Kalau sebelumnya lomba ada izin dari Polsek setempat dan event nasional ada izin dari polres.

Pembina Komet Lampung Feri  mengatakan bahwa setiap ada event yang digelar pasti dibuatkan selebaran atau pengumuman melalui selebaran yang ditempel ditempat strategis.

Termasuk juga uang pendaftaran, pelaksanaan, lokasi tanding dan juga total hadiahnya sudah diberitahu pada selebaran yang ditempel.

Kalau setiap event ini ada resikonya jika pendaftar tidak banyak secara otomatis bakal merugi menutup operasional.

"Bahkan kami akan menombok, belum lagi kami sewa tenda, joki hingga wasit setiap pertandingan," katanya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved