PDIP Minta Jatah Menteri Banyak, Nasdem: Minta Proporsional Semua Partai Berkeringat
KETUA DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai wajar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta jatah kursi menteri paling banyak di
Penulis: Romi Rinando | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai wajar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta jatah kursi menteri paling banyak di kabinet Jokowi-Maruf Amin.
Menurutnya, PDIP merupakan pemenang Pemilu Legilatif 2019 dan mendapatkan kursi paling banyak di parlemen.
"Sesuai dengan jumlah kursi PDIP di parlemen dan PDIP adalah pemenang pileg. Saya kira permintaan kursi paling banyak adalah hal yang wajar," katanya di Kompleks Parlemen, Jumat (9/8/2019).
Namun, menurutnya, meski PDIP paling banyak, komposisi menteri tetap harus proporsional.
Karena, kata Irma, partai pengusung Jokowi-Maruf Amin bukan hanya PDIP, tapi juga partai lainnya, termasuk NasDem.
"Ada banyak partai (pengusung), baik yang punya kursi di parlemen maupun yang tidak punya kursi," ujarnya.
Dalam menyusun kabinet, Jokowi, menurut Irma, juga harus memperhatikan keinginan partai pengusung yang tidak memiliki kursi di parlemen, mulai dari Hanura, Perindo, PKPI, dan PSI.
"Karena pada dasarnya semua (partai) bergerak masif dengan keringat untuk memenangkan Pak Jokowi dan Kiai Maruf."
"Karena itu, teman-teman yang enggak punya kursi juga harus dipikirkan. Saya kira itu yang jadi pemikiran Nasdem," ucapnya.
Partai Nasdem, lanjut Irma, menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi dalam menentukan komposisi kabinet.
Partai Nasdem, katanya, tidak pernah meminta-minta, baik itu jumlah maupun pos kementerian yang ingin diduduki.
"Kalau Nasdem sendiri enggak pernah minta-minta, karena kami tidak ingin membebani Presiden."
• NasDem Beri Sinyal Dukung Anies Jadi Capres 2024, Ini Petuah Surya Paloh Bagi Gubernur DKI Jakarta
• Jelang Pilwakot Bandar Lampung 2020, Partai Demokrat dan Nasdem Mulai Buka Peluang Koalisi
• Begini Foto-foto Menakjubkan saat 2,5 Juta Orang Berkumpul di Mekkah Melakukan Ibadah Haji
"Berapa pun yang diberikan Presiden kami akan terima, dan posisi apa pun yang disampaikan akan kami laksanakan," paparnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi langsung menjawab permintaan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri, mengenai jatah menteri asal PDIP harus paling banyak.
Jokowi menjamin PDIP akan mendapatkan porsi terbesar di kabinet.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi sambutan dalam pembukaan Kongres V PDIP, di Grand Inna Beach, Sanur, Bali, Kamis (8/8/2019).
"Mengenai menteri, tadi Bu Mega kan menyampaikan jangan empat dong. Tapi kalau yang lain dua, tapi PDIP empat kan sudah dua kali (lipat)," ucap Jokowi.
"Kalau yang lain tiga, pasti PDIP (hadirin berteriak 6 menteri), belum tentu juga."
"Yang jelas, PDIP pasti yang terbanyak. Itu jaminan saya," sambung Jokowi.
Hadirin pun merespons pernyataan Jokowi dengan bergemuruh.
Sebelum Jokowi berpidato, Megawati Sukarnoputri memberikan pernyataan terbuka yang cukup gamblang mengenai 'syarat' masuknya PDIP dalam kabinet periode kedua Jokowi.
PDIP harus menjadi partai dengan jumlah menteri terbanyak di kabinet.
"Ini di dalam kongres partai, Bapak Presiden, saya meminta dengan hormat bahwa PDIP akan masuk dalam kabinet dengan jumlah menteri harus terbanyak," tegas Megawati Sukarnoputri.
Menurut Megawati Sukarnoputri, Jokowi mesti memberikan jatah kursi menteri kepada kader PDIP.
Sebab, partainya sudah dua kali menjadikan Jokowi sebagai pemenang.
"Orang kita pemenang dua kali. Betul tidak? Saksikan ya. Iya dong. Jangan nanti, (Jokowi bilang) 'Ibu Mega, saya kira karena PDIP sudah banyak kemenangan, sudah ada di DPR, nanti saya kasih cuma 4 ya'."
"Endak mau. Tidak mau. Tidak mau. Tidak mau," kata Megawati Sukarnoputri yang disambut riuh teriakan para kader PDIP.
"Iya dong. Orang yang tak dapat kemenangan saja minta. Horeeeeeee," teriak Megawati Sukarnoputri sambil mengepalkan kedua tangannya di hadapan dada.
"Ini dalam kongres partai ya Pak Presiden, saya meminta dengan hormat, bahwa PDIP masuk ke kabinet dengan jumlah menteri yang terbanyak," pinta Megawati Sukarnoputri, disambut gemuruh para kader.
Sebelumnya, Presiden Jokowi akan mengumpulkan para ketua umum partai politik yang mendukungnya dalam kontestasi Pilpres 2019, untuk membahas susunan kabinet.
"Dibahas kalau sudah waktunya, akan mengundang bicara khusus mengenai itu (susunan kabinet)," ujar Jokowi di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Menurutnya, saat ini ia sedang mengatur waktu pertemuan dengan para ketua umum partai pendukung.
"Hanya memang kita ini kan mengatur kapan ketemunya. Kalau sudah sangat urgen ya lima menit saja, kita telepon-teleponan sudah kumpul kok," paparnya.
Jokowi mengaku sudah meminta partai koalisi memberikan nama kadernya untuk dipertimbangkan menjadi menteri.
"Sudah diminta tapi banyak yang belum ngasih," ungkap Jokowi.
Sementara, kriteria para menteri ke depan, kata Jokowi, dibutuhkan sosok yang berani melakukan eksekusi program secara cepat.
"Eksekutor kuat, tahu manajemen, artinya manajerialnya baik, memiiki keberanian dan urusan yang lain-lain masalah integritas dan lain-lain," papar Jokowi.
Pernyataan Jokowi ini berbeda dari ucapan dia sebelumnya, yang mengaku sudah menyusun kabinet yang terdiri dari komposisi kalangan partai dan profesional.
"Sudah, sudah ada (susunan kabinet)," ucap Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (12/7/2019).
Ia lantas ditanya apakah menteri yang ada saat ini banyak yang kembali dipakai atau dipertahankan sebagai pembantunya di kabinet?
Jokowi menjawab banyak. Namun, dia enggan membocorkan siapa saja menteri-menteri yang bakal kembali ikut mengisi Kabinet Kerja jilid II.
"Banyak (menteri yang bertahan)," ucapnya.
Presiden terpilih ini juga tidak mempermasalahkan sejumlah partai pendukungnya yang meminta kursi 0menteri.
Parpol yang secara terang-terangan meminta jatah menteri adalah PKB, NasDem, hingga PPP. (Sumber warta kota )
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul PDIP Minta Jatah Menteri Paling Banyak, Nasdem Memilih Pasrah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ketua-dpp-partai-nasdem-irma-suryani-chaniago.jpg)