Tribun Lampung Selatan

Belum Ada Kepastian Bantuan Alat Tangkap Bagi Nelayan Korban Tsunami

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Lampung Selatan, Meizar Melanesia mengatakan pihaknya masih menunggu dari pemerintah pusat..

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Dedi
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Lampung Selatan, Meizar Melanesia 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Lampung Selatan, Meizar Melanesia mengatakan pihaknya masih menunggu dari pemerintah pusat terkait dengan program bantuan alat tangkap nelayan bagi korban tsunami selat Sunda pada desember akhir tahun 2018 lalu.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Lampung Selatan, Meizar Melanesia mengatakan sejauh ini belum ada informasi terkait realisasi dari usulkan pemerintah kabupaten untuk program bantuan alat tangkap bagi nelayan pesisir yang terkena dampak tsunami.

“Sampai sekarang belum ada informasi terkait kapan usulkan program bantuan alat tangkap nelayan korban tsunami selat Sunda. Kita juga masih menunggu,” kata dia kepada tribun, senin (12/8).

Meizar mengatakan untuk usulan program sendiri telah diusulkan bersama dengan usulkan program lainnya pada awal tahun lalu, pasca tsunami selat Sunda. Ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat yang meminta usulan segera disampaikan.

“Kita berharap usulan bantuan alat tangkap tersebut bisa segera terealisasikan guna membantu para nelayan yang terkena dampak tsunami selat Sunda. Banyak alat-alat nelayan ini yang rusak,” ujar dirinya.

Menurut dirinya, bantuan alat tangkap ini juga untuk kembali membangkitkan aktivitas nelayan di wilayah Pesisir, khususnya di wilayah kecamatan Rajabasa yang menjadi daerah terparah terkena dampak dari tsunami selat Sunda akhir tahun ini.

Ia mengatakan, belum bangkitnya aktivitas nelayan di pesisir kecamatan Rajabasa turut berpengaruh pada produksi tangkap nelayan di kabupaten Lampung Selatan. Pasca tsunami produksi tangkap nelayan menurun akibat dari banyaknya alat tangkap nelayan yang rusak diterjang tsunami.

“Saat ini kan aktivitas TPI Way Muli terhenti karena rusak diterjang tsunami. Praktis aktivitas nelayan di pesisir Rajabasa menurun jauh. Saat ini hanya ada beberapa nelayan saja yang tetap melaut, karena alat tangkapnya bisa diperbiaki,” kata Meizar.

Kondisi ini sulit untuk pemerintah daerah memaksimalkan potensi perikanan tangkap. Padahal selama ini pun, kemampuan tangkap nelayan di kabupaten Lampung Selatan pun belum mampu memaksimalkan potensi tangkap karena alat tangkap yang relative belum modern.

“Apalagi sekarang sebagian besar nelayan di pesisir Rajabasa belum lagi melaut. Tentu produksi tangkap kita turun,” tandas Meizar.

(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved