Berita Lampung

Bupati Lampung Selatan Optimis Proyek PSEL di Jati Agung Bisa Berjalan Optimal

Optimisme Bupati Radityo Egi tersebut, jika PSEL dibangun dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi.

Tribunlampung.co.id/Komdigi Lamsel
PSEL - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama optimis pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berjalan optimal. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama optimis proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jati Agung.
  • Proyek tersebut dapat berjalan optimal dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi.
  • Apa lagi PSEL menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya mengatasi persoalan sampah.
  • Tetapi juga menghasilkan energi alternatif bagi daerah.

Tribunlampung.co.id, Lampung SelatanBupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama optimis proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jati Agung dapat berjalan optimal.

Optimisme Bupati Radityo Egi tersebut, jika PSEL dibangun dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi.

PSEL, menurut dia, menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya mengatasi persoalan sampah. Tetapi juga menghasilkan energi alternatif bagi daerah.

Radityo Egi mengungkapkan bahwa daerahnya masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan sampah. Terutama dari sisi penerapan teknologi dan kesiapan masyarakat.

"Lampung Selatan saat ini memiliki dua TPA di Natar dan Kalianda. Tantangan kami bukan hanya teknologi, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam mendukung sistem pengelolaan sampah modern," ujarnya.

Baca juga: Ketua Pansus DPRD Lampung Selatan Usir ASN yang Ngobrol saat Rapat

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program PSEL. Karena itu, pemerintah daerah mulai memperkuat regulasi sebagai dasar pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Lampung Selatan telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Kebersihan, yang mendorong sistem berbasis lingkungan dan partisipasi masyarakat.

"Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana membangun kesadaran kolektif. Kami dorong program berbasis desa agar masyarakat terbiasa hidup bersih," ujarnya.

Selain itu, Egi juga menyoroti tantangan dalam menjamin suplai sampah sebagai bahan baku utama PSEL. Dengan wilayah yang luas mencakup ratusan desa dan kelurahan, sistem distribusi dan pengumpulan sampah harus dirancang secara terintegrasi.

"Kami juga harus memperhitungkan kebutuhan operasional seperti listrik dan air yang cukup besar," jelasnya.

Sementara itu, Pemprov Lampung terus mematangkan rencana pembangunan fasilitas PSEL berkapasitas 1.000 ton per hari yang akan dipusatkan di kawasan Kota Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Rencana strategis ini kembali mengemuka dalam rapat koordinasi pengelolaan sampah yang dipimpin Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Ratnawati, serta seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung di Kantor Gubernur, Jumat (10/4/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar daerah dalam menghadapi persoalan sampah yang kian kompleks, sekaligus mendorong sistem pengelolaan sampah modern yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga bernilai energi.

Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu daerah yang disiapkan sebagai pusat proyek ini. Lahan seluas sekitar 20 hektare di kawasan Jati Agung telah diproyeksikan sebagai lokasi PSEL regional yang strategis.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved