Batu Mengapung di Laut, Tandus dan Telanjang Luasnya 20 Ribu Kali Lapangan Bola

Batu Apung Terluas di Laut Pasifik luasnya 20 ribu kali Lapangan Bola. Ada pula Lubang Terdalam Perut Bumi yang pernah digali manusia sepanjang 12 KM.

Penulis: Beni Yulianto | Editor: Heribertus Sulis
intisari online
Batu Mengapung di Laut, Tandus dan Telanjang Luasnya 20 Ribu Kali Lapangan Bola 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bumi dan lautan selalu menarik untuk ditelusuri. Meski peradaban manusia sudah tinggal lama di atas bumi namun masih banyak misteri unik yang menarik membuat jidat berkerut.

Misalkan baru-baru ini ditemukan Batuan vulkanik raksasa mulai mengapung dan perlahan-lahan melayang ke arah pantai Australia.

Batuan itu merupakan hasil letusan gunung berapi bawah laut di Samudra Pasifik.

Kemunculan ini sekaligus membawa harapan besar yang mungkin bisa menguntungkan karang penghalang besar yang terancam.

Dilansir dari Science Alert, Senin (26/8/2019), batuan raksasa selebar lebih dari 20.000 lapangan sepak bola ini cukup ringan untuk mengapung di permukaan air.

Batuan Raksasa Selebar 20.000 Kali Lapangan Sepak Bola Mengapung
Science Alert
Batuan Raksasa Selebar 20.000 Kali Lapangan Sepak Bola Mengapung

Kemunculannya baru terjadi beberapa minggu yang lalu, setelah dugaan letusan gunung berapi bawah air di dekat Tonga.

Citra satelit pertama kali mengungkapkan formasi raksasa di permukaan air pada 9 Agustus, sesuai dengan laporan dari para pelaut pada saat itu.

Tetapi pengamatan yang paling luar biasa datang dari awak kapal Australia.

Mereka tiba-tiba terpaut di tengah-tengah massa besar batu apung, "benar-benar menutupi permukaan laut".

"Puing-puing licin terbuat dari batu marmer seukuran bola marmer sehingga air tidak terlihat," tulis para pelaut dalam posting Facebook.

"Puing-puing puing berjalan sejauh mata memandang di bawah sinar bulan dan dengan sorotan lampu kami."

 Pengalaman yang sama dilaporkan oleh pelaut Shannon Lenz, yang memposting rekaman luar biasa pelayarannya melintasi batuan itu, dalam YouTube:

"Kami berlayar melalui ladang apung selama 6-8 jam, sebagian besar waktu tidak ada air yang terlihat," tulis Lenz.

"Rasanya seperti membajak ladang. Kami menduga batu apung setebal 15 cm."

Sumber: Intisari Online
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved