Tribun Pringsewu

Pelaku Penganiaya Dua Anak Kandung di Pringsewu Akhirnya Dilimpahkan ke Jaksa

Polsek Sukoharjo akhirnya melimpahkan tersangka HN (40), pelaku penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri, SK (8) dan SA (5) ke PN Pringsewu.

Pelaku Penganiaya Dua Anak Kandung di Pringsewu Akhirnya Dilimpahkan ke Jaksa
TribunLampung/Robertus Didik
Pelaku Penganiaya Anak Kandung Dilimpahkan ke Jaksa 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Penyidik Polsek Sukoharjo akhirnya melimpahkan tersangka HN (40), seorang pelaku penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri berinsial SK (8) dan SA (5) ke Kejaksaan Negeri Pringsewu.

Hal itu dikarenakan berkas perkaranya dinyatakan sudah lengkap atau P21.

Kapolsek Sukoharjo Iptu Deddy Wahyudi SH mengungkapkan, atas P21 tersangka HN, pihaknya telah melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Pringsewu, Kamis (5/9/2019) siang kemarin.

Kepala DP3A Minta Pelaku Penganiayaan Terhadap Anak Kandung di Pringsewu Dihukum Berat

Pelimpahan tersebut, menurut dia, sudah sesuai dengan ketentuan pasal 8 ayat 3 (b), pasal 138 ayat (1) dan pasal 139 KUHAP, penyidik menyerahkan tanggungjawab tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan.

Deddy menjelaskan, tersangka HA sebelumnya ditangkap atas laporan kakek korban yang mengetahui dua cucunya mengalami luka-luka akibat dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri.

Tersangka HA sebelumnya ditangkap pada Selasa (16/7/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka yang menyebabkan anak kandungnya mengalami luka berat ini dijerat Pasal 5 Huruf a dan b Junto pasal 44 ayat 1 junto pasal 45 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekeasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

"Ancaman hukumnya maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, menurut pengakuan dari warga sekitar selama ini HN kerap melakukan kekerasan terhadap ketiga anaknya di depan umum.

Sayangnya tidak ada warga yang berani menolong atau melapor ke aparat karena takut.

(tribunlampung.co.id/robertus didik)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved