Tribun Bandar Lampung

Kisah Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Lampung Bikin Batik dan Jajanan

Sedikitnya 24 macam batik tulis dipasarkan tiap bulannya dari anak-anak berkebutuhan khusus di Growing Hope ini.

Kisah Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Lampung Bikin Batik dan Jajanan
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Kevin Natahadi dan Antonius Gavin Wibowo. 

Sedikitnya 24 macam batik tulis dipasarkan tiap bulannya dari anak-anak berkebutuhan khusus di Growing Hope ini.

Pusat Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) yang terletak di Perumahan Palmsville Residence Bandar Lampung ini selain melakukan program belajar serta terapi, juga mendorong anak didiknya untuk terus berkreasi.

Hanna Maria, pengajar di PKLK Growing Hope, mengatakan, proses pembuatan batik tulis dari anak didiknya cukup lama.

"Kalau batik 24 item per bulan karena proses pengerjaan lama," ungkapnya.

Meski demikian, batik tulis ini cukup banyak dipesan.

"Sudah ratusan batik yang keluar dipesan dari kita. Ada yang dikirim ke Jakarta, ke Palembang sudah cukup banyak," bebernya.

Batik tulis tersebut dibanderol dengan harga bervariatif.

"Kalau tulis Rp 300 ribu dan untuk ciprat Rp 150 ribu," jelasnya.

Selain batik, anak-anak juga membuat jajanan sehat yang dibanderol dengan harga Rp 10 ribu per jajanan.

Terharu Jumpai Anak Berkebutuhan Khusus, Bupati Loekman Seka Air Mata

"Ada keripik singkong, stik ketan, keripik tales, ada kembang goyang dari ketan, kacang. Itu bisa dipesan langsung di Growing Hope di Jalan Pulau Buton Perumahan Palmsville Residence," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved