Profil Irjen Firli Bahuri: dari Kapolres Lampung Timur hingga Kapolda Sumsel, Kini Ketua KPK

Profil Irjen Firli Bahuri: dari Kapolres Lampung Timur hingga Kapolda Sumsel, Kini Ketua KPK

Penulis: Heribertus Sulis | Editor: Heribertus Sulis
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Deputi Penindakan Brigjen (Pol) Firli, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Direktur Penuntutan Supardi di Gedung KPK Jakarta, Jumat (6/4/2018). 

Profil Irjen Firli Bahuri: dari Kapolres Lampung Timur hingga Kapolda Sumsel, Kini Ketua KPK

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Nama jenderal polisi yang menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Firli Bahuri mencuat baru-baru ini.

Mantan Deputi Penindakan KPK ini membuat heboh karena ditolak sejumlah pegawai kalangan internal KPK karena diduga melanggar etik.

Belakangan nama Firli kian mencuat karena KPK menyatakan dirinya melanggar etik berat.

Firli Bahuri akhirnya terpilih sebagai Ketua KPK yang baru menggantikan Agus Rahardjo.

Lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, akhirnya terpilih dan resmi disahkan DPR RI.

Pemilihan dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara setelah terlebih dahulu merampungkan fit and proper test di ruang Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019) dini hari.

SAH! DPR Resmikan Komisioner KPK Periode 2019-2023, Kapolda Sumsel Firli Bahuri Jadi Ketua KPK

Daftar Jenderal dan Kombes di Polri Kena Mutasi, Dirdik KPK Irjen Firli Ditarik dari KPK

Berikut lima pimpinan KPK terpilih sesuai dengan yang dibacakan oleh Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsuddin:

1. Nawawi Pomolango (hakim di Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali) dengan jumlah suara 50,

2. Lili Pintauli Siregar (Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) periode 2013-2018) dengan jumlah suara 44,

3. Nurul Ghufron (Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember) dengan jumlah suara 51,

4. Alexander Marwata (komisioner KPK petahana sekaligus mantan Hakim Tindak Pidana Korupsi) dengan jumlah suara 53,

5. Irjen (Pol) Firli Bahuri (Kepala Polda Sumatera Selatan) dengan jumlah suara 56.

Profil Firli Bahrui: Pulang Kampung ke Sumsel

Rotasi kepemimpinan kepala polisi daerah (Kapolda) Sumsel dilakukan dengan mengganti Kapolda Sumsel lama Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dengan pejabat baru yakni Irjen Pol Drs Firli Bahuri Msi.

Mutasi di tubuh Kepolisian ini dikeluarkan Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian dengan TR nomor ST/1590/VI/KEP/2019 yang dikeluarkan tanggal 20 Juni 2019 lalu.

Sedangkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara akan menempati posisi barunya sebagai Kakorpolairud Baharkam Mabes Polri.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengganti jabatan Irjen Pol M Chairul Noor Alamsyah yang akan menempati jabatan barunya sebagai Analisi Kebijakan Utama Bidang Polair Baharkam Polri.

Dalam TR yang dikeluarkan Kapolri ini, sejumlah pejabat di lingkungan Polri dilakukan rotasi. Dalam 14 hari kedepan, kemungkinan akan dilakukan sertijab.

Sebelumnya Irjen Pol Firli menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK dipercaya Kapolri untuk menjadi Kapolda Sumsel.

Irjen Pol Firli yang merupakan Putra Prabumulih alias seorang putera daerah Sumatera selatan.

Dilansir dari Wikipedia, Irjen Pol Firli Bahuri lahir di lontar pada tanggal 8 november 1963.

Hasil gambar untuk profil irjen pol firli MSI

Seorang perwira tinggi Polri yang sejak 6 April 2018 mengemban amanat sebagai Deputi Penindakan KPK, pengganti Irjen. Pol. Heru Winarko.

Firli adalah lulusan Akpol 1990 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.

Brigjen Pol Firli sebelumnya juga sempat menjabat sebagai Wakil Kapolda Jawa Tengah.

Saat pangkatnya masih AKBP, Firli pernah menjabat sebagai Kapolres Kebumen dan Ka - polres Brebes pada 2008.

Selanjutnya, Firli dipercaya menduduki jabatan Wakapolres Metro Jakarta Pusat dan Asisten Sespri Presiden.

Hasil gambar untuk profil irjen pol firli MSI

Pada masa 2011-2012, Firli sempat menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah sebelum ditunjuk menjadi ajudan Wakil Presiden RI Boediono.

Firli kemudian menjadi Wakapolda Banten hingga mendapat promosi Brigjen Pol saat dimutasi jadi Karo Dalops Sops Polri.

Riwayat Pendidikan:

Pertama kali menjadi anggota Polri sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990.

Firli kemudian masuk di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1997.

Pada tahun 2004 dia kemudian menempuh Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimen).

Riwayat Jabatan:

Pada tahun 2001, Firli menjabat Kapolres Persiapan Lampung Timur.

Karirnya berlanjut dengan ditarik ke Polda Metro Jaya menjadi Kasat III Ditreskrimum pada 2005-2006.

Selanjutnya dua kali berturut turut menjadi Kapolres, yakni Kapolres Kebumen dan Kapolres Brebes.

Karirnya semakin moncer ketika ditarik ke ibukota menjadi Wakapolres Metro Jakarta Pusat tahun 2009 lalu.

Kepercayaan terus mengalir padanya ketika didapuk menjadi Asisten Sespri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2010.

Keluar dari istana, lantas memegang jabatan Direskrimsus Polda Jateng tahun 2011.

Firli kembali ke istana dan kali ini menjadi ajudan Wapres RI tahun 2012, saat itu Boediono.

Dengan pangkat komisaris besar, membawanya menjabat Wakapolda Banten tahun 2014.

Setelah itu bintang satu berada di pundaknya kala menjabat Wakapolda Jawa Tengah.

Rekam Jejak Pemberantasan Korupsi:

Sepanjang jenjang karirnya ia telah mengungkap ratusan kasus korupsi baik kala di Jawa Tengah, Banten dan Jakarta.

(*)

 
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved