ILC TVOne Malam Ini Bahas Tema 'S.O.S: Asap Mengancam Kami'

Acara ILC TVOne Selasa 17 September 2019 pukul 20.WIB akan membahas tema 'S.O.S: Asap Mengancam Kami'.

Tayang:
Penulis: taryono | Editor: taryono
tribunWow.com
ILC TVone Malam Ini Bahas Tema 'S.O.S: Asap Mengancam Kami' 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Acara ILC TVOne Selasa 17 September 2019 pukul 20.WIB akan membahas tema 'S.O.S: Asap Mengancam Kami'.

Hal ini disampaikan pembawa acara Karni Ilyas via akun resmi Twitternya, Senin 16 September 2019.

Dear Pencinta ILC: diskusi kita Selasa Pkl 20.00 WIB besok berjudul "S.O.S: Asap Mengancam Kami". Selamat menyaksikan #ILCAsapMengancamKami @ILCtv1

Unggahan Karni Ilyas pun hingga kini telah mendapatkan berbagai komentar dari netizen.

Ada yang menyarankan Karni Ilyas mengundang Presiden Jokowi, ada juga yang meminta Rocky Gerung sebagai narasumber.

Diketahui, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kalimantan dan Sumatera.

Dikutip dari Kompas, kabut asap makin pekat menyelimuti langit Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (14/9/2019).

Pasalnya, titik api hampir terdapat di semua kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Hasil deteksi hotspot (titik api) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kaltim menunjukkan terdapat 57 titik panas yang berpotensi terbakar berkisar 81-100 persen.

Selain itu, ada 53 titik panas yang potensi kebakaran berkisar antara 71-80 persen di 10 kabupaten/kota hingga Senin (9/9/2019).

Kepala Seksi Pengendali Kerusakan dan Pengamanan Hutan Shahar Al Haqq mengakui titik api hampir tersebar merata di semua kabupaten dan kota.

"Lebih kurang 300 hektare lahan sudah terbakar di sana (Berau)," ungkap Shahar, Selasa (10/9/2019).

Hingga kini, tim masih pemadaman di lokasi dengan menerjunkan 60 orang dari Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa terdekat dan bantuan tim dari lokasi.

Kepala Koordinator Teknisi (Kapoksi) Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Samarinda, Aliansyah mengatakan asap kiriman mulai mengepung Samarinda sejak Jumat (13/9/2019).

"Kemungkinan asap meningkat terus hingga beberapa hari ke depan. Kita kena imbas karena deteksi kami asap di Kaltim lebih banyak dapat kiriman dari Kalbar dan Kalsel lewat arah dari selatan," kata Aliansyah, Sabtu (14/9/2019).

Untuk itu masyarakat diimbau agar mengurangi aktivitas diluar rumah.

"Apabila keluar silahkan gunakan masker," imbaunya.

Penanganan dari Pemerintah

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah telah mengerahkan segala upaya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau.

Hari ini, Presiden Joko Widodo bersama dengan segenap elemen terkait meninjau langsung sejumlah titik untuk memastikan penanganan maksimal berjalan sebagaimana mestinya.

"Segala usaha sudah dilakukan. Yang di darat (pemadaman) sudah semuanya, tambahan pasukan kemarin sudah saya perintahkan juga. Kemarin datang totalnya 5.600 (pasukan)," ujar Presiden di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Selasa (17/9/2019), seperti dikutip siaran pers resmi.

Jokowi menyebut pemerintah juga terus melakukan water bombing di lokasi karhutla.

Setidaknya, sebanyak 52 pesawat dikerahkan untuk melakukan pemadaman tersebut.

Adapun sebelum bertolak menuju lokasi pertama yang akan ditinjau, Kepala Negara juga sempat melihat kesiapan operasional pesawat penyemai yang hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran.

"Ini mau berangkat (pesawat penyemai) hujan buatan. Hari Jumat lalu juga sudah kita perintahkan, sudah diterbangkan dan alhamdulillah saat itu di Indragiri Hilir juga hujan turun. Ini sekarang kita lakukan lagi menabur garam," kata Presiden.

"Karena awannya ada kita berdoa semoga nanti juga jadi hujan, insyaallah di hari ini," imbuhnya.

Meski upaya maksimal telah dilakukan untuk memadamkan api yang terlanjur membesar dan meluas, Kepala Negara kembali menegaskan bahwa langkah terbaik ialah dengan melakukan pencegahan agar titik api tidak semakin membesar.

"Segala upaya kita lakukan. Tetapi memang yang paling benar itu adalah pencegahan sebelum kejadian. Ini api satu (terdeteksi) langsung padamkan, satu padam. Itu yang benar," tuturnya.

Kepala Negara sekaligus mengimbau seluruh pihak untuk tidak melakukan pembakaran lahan gambut maupun hutan yang dapat menyebabkan bencana kebakaran hutan dan lahan semakin meluas.

Terkait hal itu, Presiden sudah menginstruksikan diambilnya tindakan tegas bagi para pelaku pembakaran baik dari kalangan korporasi maupun individu.

"Upaya hukum sudah kita lakukan. Baik yang perorangan baik korporasi semuanya sudah ada tindakan tegas ke sana," ujarnya. (Tribunlampung.co.id/Taryono)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved