Pakai Nama Samaran Alfa Romeo, Begini Isi Surat Cinta Kakek Cabul untuk Bocah SD
Orang Tua di Bekasi Kaget mendapatkan surat Cinta untuk anak mereka yang masih SD dari Kakek Cabul berusia 61 Tahun.
Penulis: Beni Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Orangtua di Bekasi kaget mendapatkan surat cinta untuk anak mereka yang masih SD dari kakek cabul berusia 61 Tahun. Isi surat ini lebih membuat bingung.
Orangtua mana yang tidak kaget saat anak gadisnya diperkosa oleh kakek cabul berusia 61 tahun.
Kakek cabul yang tinggal di Bintara Jaya, Bekasi, resmi ditahan aparat Polres Metro Bekasi Kota setelah terbukti memerkosa siswi SD berinisial F.
Menurut Sukin (61), ketua RT 009 RW 002 Bintara Jaya tempat korban tinggal, korban pertama kali diperkosa pada Maret 2019.
Kala itu, korban tutup mulut. Pada Agustus 2019, kakek cabul itu kembali melancarkan niat bejatnya.
Antara pemerkosaan pertama dan kedua, kakek cabul ini pernah menuliskan surat cinta untuk korbannya yang masih SD.
• Berita Lampung Terpopuler Kamis 13 Juni 2019, Kasus Perkosaan Remaja Metro hingga Mertua Musdalifah
• Perkosaan Bidan YL dan Pembunuhan Ibu dan Anak di Pagaralam, Kasus Kriminal Sadis di Sumsel
Surat itu ditulis tangan dan jumlahnya tak hanya satu.
Semuanya ditulis kakek cabul ini dengan nama alias, yakni "Alfa Romeo" yang merupakan inisialnya sendiri.
Menurut Sukin, ayah korban adalah orang yang pertama mengetahui surat-surat ini.
Dalam surat cintanya yang ditulis AR, berisikan kalimat mesra seperti anak muda yang tengah dimabuk asmara.
Serasa lupa daratan, kakek bejat ini tak memedulikan korbannya yang masih duduk di bangku SD dan usianya masih di bawah umur.
Isi surat ini menceritakan curahan hati keriduan kakek cabul kepada korban serta ungkapan bantahan atas tuduhan pencabulan
Surat tersebut ditulis tangan sepanjang dua lembar ketas
"Buat Gadis Manisku yang sedang marah
Yang telah memenjarakan dan menawan hatiku
Yang telah membuat aku tak berdaya saat ini"
Saat kutuliskan surat ini
Aku sedang merindukanmu"
Setelah korban mengaku akhirnya dilakukan visum.
Keluarga lalu melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Metro Bekasi Kota pada 19 Agustus 2019 dan tragisnya polisi tidak segera melakukan penangkapan.
Sukin, Ketua RT 009 RW 002 Bintara Jaya menyebut, setelah laporan diterima Polres Metro Bekasi Kota, sempat ada pemeriksaan saksi.
Warga khawatir, kakek cabul memperluas targetnya ke anak-anak lain.
Pada hari Jumat (13/9/2019), warga menggrebek AR.
• Beli Pertamax Rp150 Ribu, Pria di Tasikmalaya Bakar Diri, Sempat Berguling-guling Sambil Takbir
"Sudah ada sebulan saya urus-urus, sudah lapor (ke polisi) ada sebulan lebih, enggak ada kabarnya. Jadi kemarin akhirnya FBR yang datangi (AR), baru kemudian polsek tangkap," kata Fm, ibu korban.
Khawatir diamuk massa, Sukin melaporkan penggerebekan ini kepada binmas setempat untuk kemudian diteruskan kepada polisi.
"Kami mengamankan saja kemarin itu, takut ribut-ribut, amankan saja," ujar Kompol Parjana, Kapolsek Bekasi Kota. (grid.id)
Artikel ini sudah tayang di Grid.id dengan judul sempat-guling-guling-dan-meneriakan-takbir-saat-dilalap-api-pria-asal-tasikmalaya-ini-tewas-usai-nekat-bakar-diri-pakai-bensin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kakek-cabul.jpg)