Tribun Tulangbawang

Buaya Terkam dan Seret Hasbulloh ke Air, Prayit Dengar Suara Teriakan Minta Tolong: Sampannya Kosong

Hasbulloh (42) tewas diduga karena dimangsa buaya saat tengah berada di atas sampan, Sabtu (21/9/2019) siang.

Buaya Terkam dan Seret Hasbulloh ke Air, Prayit Dengar Suara Teriakan Minta Tolong: Sampannya Kosong
Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain
Petugas dari Ditpolair menunjukkan lokasi Hasbulloh (42) ditemukan. Hasbulloh tewas diduga karena dimangsa buaya saat tengah berada di atas sampan, Sabtu (21/9/2019) siang. 

Ia menempatkan kasur di ruang tengah rumahnya.

Sembari harus menahan rasa sakit di pinggang kanan, paha kanan dan perutnya yang terluka karena gigitan buaya pada Jumat malam, (6/9/2019) kemarin.

Diketahui, Misran diterkam buaya saat mencari ikan di Sungai Simangalam, Dusun Tanjung Alam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Akibat kejadian itu, Misran mengalami luka di bagian perut, dada dan punggung.

Sampan yang digunakannya hancur.

Camat Kualuh Selatan, Abdul Hariman mengatakan pihaknya bersama dengan beberapa orang lainnya, telah mengunjungi dan bertemu dengan Misran.

Ia menceritakan bahwa saat ditemui, Misran dalam posisi duduk di atas kasurnya menggunakan sarung dan kaos singlet berwarna putih serta menunjukkan luka bekas gigitan buaya yang berada di perut, pinggul kanan dan paha kanannya.

"Misran mengalami luka gigitan buaya di Sei Simangalam dan menderita luka 18 jahitan," kata Hariman, Selasa (10/9/2019).

Hariman menduga buaya tersebut berasal dari Sungau Kualuh yang migrasi ke Sungai Sei Simangalam.

Karena berdasarkan keterangan masyarakat di sekitar lokasi, buaya tersebut sudah sering menyerang sampan nelayan sejak dua tahun terakhir.

Halaman
1234
Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved